Camat Kutawaringin Implementasikan Lauching Sabilulungan Bandung Bersih Sampah

Editor Camat Kutawaringin, Drs. H. Cep Azis Sukandar, M. Si., ketika memberikan Roda Penarik Sampah pada peserta./visi.news/ki agus.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Tekad Camat Kutawaringin, Drs. H. Cep Azis Sukandar, M. Si.,  untuk menjadikan wilayahnya bebas sampah diimplementasikan dengan launching Sabilulungan Bandung Bersih Sampah 2020-2025, berupa pemilahan sampah dari rumah tangga, jangan buang sampah sembarangan, kurangi pemakaian plastik, rumah membuat 2 LCO,  dan 1 orang menang 2 pohon.

Prioritas kegiatan pembersihan sampah, dikatakan Azis, akan di lakukan di pinggir Jalan Protokol yang banyak sampah-sampah liar, dimulai dari Desa Padasuka hingga perbatasan Desa Jelegong dengan melibatkan 100 orang personil gabungan dari Kecamatan, Desa, dan petugas kebersihan.

“Kita juga akan menindak tegas pelaku pembuang sampah sembarangan sesuai dengan ketentuan peraturan daerah, dengan demikian pelaku pembuangan sampah sembarangan bisa jera dan tidak lagi melakukan perbuatannya,” katanya usai memberikan sambutan, Selasa (21/2020).

Azis menambahkan, masing-masing petugas kebersihan tersebut mendapatkan upah atau insentif dari Pemerintah Kabupaten Bandung dan Dinas Lingkungan Hidup sebesar Rp1 juta perbulannya agar termotivasi semangat kerjanya dan bisa lebih giat lagi.

Sebagai sarana pelengkap kegiatan, Azis mempersiapkan sebanyak 8 buah roda penarik sampah untuk ditempatkan di desa. Sementara kegiatan pembersihan sampah akan dimulai hari ini juga. Tujuannya agar Kecamatan Kutawaringin bisa bebas sampah sesuai dengan harapan pimpinan.

Dia mengharapkan kegiatan ini ada peran aktif dari masyarakat untuk turut berpartisipasi dengan tidak membuang sampah sembarangan, karena kesadaran untuk tidak melakukan perbuatan tersebut bisa menciptakan kondisi wilayah yang aman dan nyaman karena bersih dari sampah.

Ada dua jenis sampah yang harus diketahui  masyarakat,  tambah Azis, yaitu Sampah Organik dan Sampah Anorganik. Untuk Organik dapat diurai (degradable), yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos, seperti, daun, kayu, kulit telur, bangkai hewan, bangkai tumbuhan, kotoran hewan dan manusia, Sisa makanan, Sisa manusia. kardus, kertas dan lain-lain.

Baca Juga :  Program Desa Sejahtera Binaan IAIN Bone Eskpor Minyak Nilam 4,7 Miliar

Sementara Sampah anorganik, tidak terurai (undegradable), yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya.

“Sampah ini dapat dijadikan sampah komersial atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk lainnya. Beberapa sampah anorganik yang dapat dijual adalah plastik wadah pembungkus makanan, botol dan gelas bekas minuman, kaleng, kaca, dan kertas, baik kertas koran, HVS, maupun karton,” ujarnya.

Di samping pembersihan sampah, di laumching ini Azis juga mengingatkan kepada masyarakat agar bisa menjaga kelestarian alam, menanam pohon dipekarangan atau ditempat lain yang terlihat tandus, membuat lubang LCO, dan menjaga lingkungan dari sampah. @qia.

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Warga Minta Si Pembunuh Anak Tiri Dihukum Mati

Sel Jul 21 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Warga Kp. Panenjoan, Cicalengka, Kab. Bandung, Jawa Barat, berbondong-bondong menyaksikan rekonstruksi pembunuhan bocah berusia lima tahun ke dalam toren, Jumat (17/7) lalu. Saat menjalani rekonstruksi, Selasa (21/7), pasca ditetapkan menjadi tersangka pembunuh anak tirinya, Hamid alias Arifin pria berusia 25 tahun itu harus rela dihardik dan dicaci […]