Search
Close this search box.

Capaian Investasi 2025 Tembus Rp1.930 Triliun, Rokhmat Ardiyan Berikan Apresiasi

Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Rokhmat Ardiyan./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | JAKARTA – Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Rokhmat Ardiyan, memberikan apresiasi kepada pemerintah atas capaian realisasi investasi nasional tahun 2025 yang berhasil melampaui target. Total investasi tercatat mencapai Rp1.930 triliun atau lebih dari 100 persen dari target yang ditetapkan.

Rokhmat menyampaikan hal tersebut dalam keterangannya kepada media. Ia menilai capaian ini menunjukkan kerja keras pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus membuka lapangan pekerjaan.

“Capaian investasi ini sangat luar biasa karena berhasil menciptakan sekitar 2,7 juta lapangan pekerjaan dan tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Rokhmat kepada Wartawan, Selasa (3/2/2026).

Menurutnya, investasi tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi juga menjangkau daerah-daerah lain seperti Kalimantan dan Sumatera, sejalan dengan upaya pemerataan pembangunan nasional.

Rokhmat menegaskan bahwa investasi yang masuk merupakan investasi berkualitas karena mendorong hilirisasi industri, termasuk di sektor pertanian, perumahan, dan energi. Salah satu yang disorot adalah peran Indonesia Battery Corporation (IBC) dalam membangun ekosistem industri baterai nasional.

“Ibc membangun ekosistem yang sangat baik, mulai dari hilirisasi nikel, produksi baterai, hingga daur ulang baterai bekas, sehingga tidak menimbulkan limbah,” jelasnya.

Selain itu, pengembangan panel surya untuk perumahan dinilai menjadi langkah konkret Indonesia menuju energi hijau dan Energi Baru Terbarukan (EBT).

Ia menambahkan bahwa kebijakan investasi tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi dari daerah. Dengan pondasi tersebut, Rokhmat optimistis target investasi tahun 2026 sebesar Rp2.175 triliun dapat tercapai.

“Investasi ini akan menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah,” katanya.

Terkait sektor nikel, Rokhmat menekankan pentingnya pengawasan terhadap impor bahan baku smelter. Menurutnya, pemerintah tetap menjaga stabilitas harga nikel dunia agar kebijakan tetap terkendali dan tidak membebani keuangan negara.

Baca Juga :  Cuaca Bandung Minggu Ini, Waspada Hujan Hujan Ringan

“Komisi XII memastikan pengawasan berjalan dengan baik agar pendapatan negara bukan pajak (PNBP) tidak berkurang, justru bisa meningkat,” tutupnya. @givary

Baca Berita Menarik Lainnya :