Cara Cegah Penularan Covid-19 di Ruangan dan Gedung

Editor Ilustrasi./cnn indonesia/safir makki/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, membeberkan cara mencegah penularan Covid-19 di dalam ruangan yang disebut dapat menyebar hingga sembilan meter.

Ia menjelaskan orang bersin atau batuk di dalam ruangan yang disertai virus dapat terbawa angin dan udara hingga 9 meter. Salah satu cara pencegahannya dikatakan desinfeksi udara menggunakan Ultraviolet C (UV-C).

“Sebetulnya penggunaan ultraviolet bukan hal baru, penggunaan UV sebagai satu desinfeksi menjadi salah satu cara untuk membunuh atau menonaktifkan virus,” ujar Dicky dalam webinar Desinfeksi Udara dalam Ruang dengan UV-C, Kamis (5/8/2021), dilansir CNN Indonesia.

Dicky mengatakan, teknologi desinfeksi udara menggunakan UV-C sudah ada risetnya sejak awal 1930. Ia menyebut cara ini dapat menjanjikan untuk pencegahan virus, salah satunya SARS-CoV-2, penyebab pandemi Covid-19.

Dicky juga menyebut teknologi UV-C dapat digunakan sebagai senjata tambahan di dalam ruangan. Namun demikian ia tidak menampik perlu riset tambahan agar teknologi itu dapat digunakan dalam skala besar, agar lebih praktis dan juga murah.

Walau menjanjikan, desinfeksi udara menggunakan teknologi UV-C tidak 100 persen pasti menanggulangi pandemi Covid-19. Ia menilai penerapan 5M, 3T, dan vaksinasi tidak boleh abai diterapkan.

“Ini menjadi salah satu strategi untuk meminimalisasi karena berdasarkan riset bisa menonaktifkan virus Covid-19. Tapi 5M, 3T dan vaksinasi tidak boleh abai,” ujarnya.

Dicky mengutip riset yang dilakukan di China dan Korea dengan hasil banyak orang terpapar virus corona lewat udara, dan terjadi di tempat umum seperti di transportasi umum, perkantoran, mal, restoran, dan rumah sakit.

Praktisi pengelola gedung dan bangunan Dedy L Rashid yang juga hadir dalam webminar mengatakan saat ini sudah saatnya memperbaiki sistem udara di dalam gedung.

Baca Juga :  Tulis Berita Korupsi, Jurnalis Divonis 3 Bulan , KKJ: Mencederai Kebebasan Pers

Ia menjelaskan umumnya udara yang masuk ke ruangan sesuai standar yang ditentukan, tetapi ia menilai masih belum memenuhi syarat pelarutan jika ada virus yang masuk ke dalam ruangan.

“Kita harus berusaha memperbaiki sistem udara di dalam gedung. Udara yang masuk ke ruangan umumnya sesuai dengan standar tapi masih belum memenuhi untuk melarutkan kalau ada virus masuk ke dalam,” ujar Dedy.

Lebih lanjut Dedy menganjurkan menambahkan aliran udara bersih hingga dua kali lipat dan juga mengganti filter udara, yang memiliki efisiensi tinggi.

Ia juga menyarankan mempersiapkan perangkat yang dapat menjadi pembersih udara, jika menambah ventilasi udara dinilai membutuhkan biaya yang relatif besar.

Ia juga menilai penggunaan desinfeksi udara seperti teknologi UV-C di area gedung dapat digunakan untuk menonaktifkan virus, selama dipasang dengan kaidah keamanan dan keselamatan yang sesuai.

“Jadi sirkulasinya sesuai sehingga pekerja dan para tamu (gedung) merasa nyaman di bawah alat tersebut, dan udara dapat menjadi bersih,” tuturnya.

Apabila menambah volume udara bersih ke dalam sistem ventilasi gedung dinilai dapat memakan biaya dan menambah energi, kata Dedy, ada alternatif lain yakni dengan menggunakan mesin pembersih udara.

“Kalau kita menambah udara bersih ke dalam sistem yang ada, mungkin biayanya lebih besar dan menambah energi. Apabila tidak bisa dilakukan maka bisa dilakukan dengan altrnatif yaitu menggunakan mesin pembersih udara,” tutup Dedy. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

MAUNG BANDUNG: Robert Albert Ajak Bobotoh Dukung dari Rumah Saja

Sen Agu 9 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Pelatih Persib Bandung Robert Albert mengajak Bobotoh untuk mendukung tim kesayangannya dari rumah pada gelaran kompetisi Liga 1 2021 demi mencegah penyebaran Covid-19. Robert, mengutip Antara dari laman resmi klub, Minggu (8/8/2021), berharap mendapat dukungan penuh dari Bobotoh untuk mengarungi Liga 1 2021, tidak hanya dukungan doa, […]