
REFLEKSI | Komedi Suci: Pantat Berulah, Wajah Kena Getahnya (Merenungi Logika Wudhu di Sabtu Pagi)
Oleh Didi Subandi Lokasi: Cimenyan. Waktu: Jumat, 16 Januari 2026. SUBUH yang dinginnya menusuk tulang. Suasana: Air keran di sini sedang dingin-dinginnya. Menyentuh kulit rasanya seperti disilet es. Sambil memegang cangkir kopi yang hangat, satu-satunya penyelamat pagi ini, saya teringat kejadian barusan saat mengambil wudhu. Sebuah peristiwa banalis, remeh, tapi





