CATL Luncurkan Baterai CTP 3.0, “Qilin,” Memiliki Tingkat Integrasi Tertinggi di Dunia

Editor Hot Start dalam 5 menit, Fast Charging dalam 10 menit. /visi.news/prnewswire
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | NINGDE – CATL meluncurkan Qilin, teknologi CTP (cell-to-pack) generasi ketiga. Dengan efisiensi utilisasi volume yang memecahkan rekor, yakni sebesar 72%, dan densitas energi hingga 255 Wh/kg, Qilin memiliki tingkat integrasi tertinggi di dunia hingga saat ini, memiliki jarak tempuh hingga di atas 1.000 km.

Mengutamakan elektrokimia yang paling mendasar, CATL terus membuat terobosan dalam struktur sistem baterai. Pada 2019, CATL melansir paket baterai minim modul (module-less battery pack) pertama di dunia, CTP, yang memimpin efisiensi utilisasi volume di atas 50%. Bersama terobosan lain dalam proses inti, algoritma, dan material, CATL berhasil menghadirkan inovasi dalam desain struktur baterai lewat “Qilin” yang namanya berasal dari sosok mitologi Tiongkok.

Integrasi Fungsi. Dalam baterai CTP 3.0, internal crossbeam, liquid-cooling plate, dan thermal pad terintegrasi dengan lapisan elastis multifungsi (multifunctional elastic interlayer). CTP 3.0 juga memiliki built-in micro bridge dalam lapisannya sehingga mudah mengakomodasi perubahan di dalam sel baterai, dan meningkatkan reliabilitas pada seluruh siklus pemakaian.

Unit energi terintegrasi, terdiri atas sel dan lapisan elastis multifungsi, memiliki struktur muatan yang lebih stabil dan tegak lurus dengan arah berkemudi. Dengan demikian, struktur tersebut meningkatkan daya tahan paket baterai terhadap goncangan dan getaran.

Mengubah struktur sistem. Didukung komputasi presisi dan fitur simulasi kecerdasan buatan (AI), CATL mengeksplorasi batasan dalam desain baterai, melibatkan skenario aplikasi baterai pada seluruh siklus pemakaian.

Desain cermat pada bagian bawahnya memfasilitasi pengaturan beragam komponen, termasuk proteksi struktural, koneksi tegangan tinggi, serta ventilasi proteksi dari thermal runaway sehingga meningkatkan kapasitas baterai sebesar 6%. Sementara, baterai CTP 3.0 memenuhi kriteria tes keamanan baterai dalam standar nasional, seperti bollard test.

Baca Juga :  Huawei Serukan Kolaborasi Antar Sektor Publik-Swasta, Pulihkan Kepercayaan pada Teknologi

Desain Water Cooling yang Disruptif. Dengan menempatkan komponen fungsional liquid cooling antara sel-sel yang berdampingan, teknologi cell cooling dengan lapisan besar yang inovatif ini meningkatkan area transfer panas hingga empat kali lipat, dan memangkas waktu thermal control hingga setengah, serta mendukung hot start dalam lima menit, dan pengisian daya cepat (fast charging) dalam 10 menit.

Desain ini juga membuat sel baterai cepat mengalami pendinginan dalam situasi ekstrem, dan secara efektif mencegah konduksi termal abnormal di antara sel baterai. Lebih lagi, baterai ini memiliki stabilitas termal dan keamanan termal untuk seluruh sistem kimiawi sehingga kompatibel dengan material yang memiliki densitas energi lebih besar.

Mulai dari material, sel, hingga struktur sistem, teknik produksi yang sistematis berada di balik proses riset dan pengembangan CATL. Mendukung inovasi teknologi tersebut, baterai CTP 3.0 dapat meningkatkan densitas energi hingga 255Wh/kg untuk sistem baterai ternary dan 160Wh/kg untuk sistem baterai LFP. Dengan sistem kimia dan ukuran paket yang sama, tenaga baterai ini lebih besar 13% dari baterai 4680. Maka, baterai CTP 3.0 menghasilkan peningkatan jarak tempuh secara lebih lengkap, pengisian daya cepat, keamanan, usia pakai, efisiensi, dan kinerja yang baik dalam kondisi suhu rendah.

Baterai CTP 3.0, atau Qilin, akan diproduksi secara massal dan tersedia di pasaran pada 2023. Dari komputasi tersimulasi di dunia mikro hingga desain ringkas di dalam struktur baterai, CATL tetap mengutamakan kecermatan teknoogi dan inovasi independen, serta ingin mengganti kendaraan berbahan bakar fosil menjadi kendaraan bertenaga listrik.@mpa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

C20 SDG’s and Humanitarian Working Group International Multistakeholders

Sab Jun 25 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAKARATA – Dari laporan SDG’s menunjukkan bahwa dua tahun berturut-turut, dunia belum membuat kemajuan apa pun. Situasi ini menunjukkan bahwa dalam  dua tahun terakhir telah mengakibatkan kemunduran besar akibat pandemi. Meski pandemi masih ada, masih ada krisis kemanusiaan dan bencana hadir akan tetapi itu tidak berarti bahwa […]