VISI.NEWS | BANDUNG – Di tengah tensi tinggi laga besar, Achraf Hakimi justru menghadapi ujian yang lebih sunyi namun menentukan. Bintang Paris Saint Germain itu ternyata bermain dalam kondisi cedera saat timnya berhadapan dengan Bayern Munchen di Liga Champions.
Bek asal Maroko tersebut mengalami robekan pada otot paha belakangnya, sebagaimana dilaporkan RMC Sport pada Rabu. Cedera itu terjadi ketika Hakimi berebut bola dan langsung memegang bagian belakang pahanya. Momen itu sempat memunculkan kekhawatiran ia tidak bisa melanjutkan pertandingan.
Namun yang terjadi justru sebaliknya. Alih alih meninggalkan lapangan, Hakimi memilih bertahan. Ia menahan rasa sakit dan tetap bermain hingga peluit akhir dibunyikan. Keputusan itu memperlihatkan sisi lain dari sosok yang selama ini dikenal sebagai pemain cepat dan agresif, yakni daya tahan mental di tengah tekanan besar.
Awalnya, banyak pihak menduga kondisi tersebut hanya kram atau regangan ringan. Spekulasi itu muncul karena Hakimi mampu menyelesaikan laga. Namun hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi yang lebih serius, yakni robekan hamstring.
Cedera ini memastikan Hakimi absen pada leg kedua semifinal melawan Bayern. Meski begitu, harapan belum sepenuhnya pupus. RMC Sport melaporkan bahwa pemain tersebut “seharusnya bisa kembali bermain” pada final Liga Champions yang dijadwalkan pada 30 Mei.
Kabar ini juga menjadi perhatian publik Maroko. Di tengah kekhawatiran, muncul sedikit kelegaan setelah disebutkan, “Saat ini, partisipasinya di Piala Dunia tidak terancam,” meski tetap ada catatan waspada jika kondisinya memburuk.
Di balik sorotan pertandingan besar, kisah Hakimi menjadi pengingat bahwa sepak bola tidak hanya soal taktik dan skor, tetapi juga tentang ketahanan fisik dan keberanian menghadapi rasa sakit demi tim.
@abiel