Cegah Penularan Covid-19, Cuti Bersama 2021 Dipangkas

Editor :
Calon penumpang kereta api jarak jauh berjalan di area Stasiun Senen Jakarta. /liputan6.com/helmi fithriansyah/ist.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Dalam upaya mencegah penularan Covid-19, pemerintah memangkas cuti bersama tahun 2021, dari 7 menjadi 2 hari saja.

Keputusan ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Peninjauan SKB Cuti Bersama tahun 2021 pada Senin 22 Februari 2021.

Menanggapi pemangkasan cuti ini, Co-Founder Kawal Covid-19 Elina Ciptadi berpendapat bahwa keputusan ini masuk akal dan dapat diterapkan dengan catatan tetap memberikan hak cuti pada karyawan.

“Pada dasarnya hak karyawan atas cuti perlu difasilitasi, tapi apakah perlu cuti bersama? Dengan tidak adanya kewajiban melakukan cuti bersama mobilitas penduduk lebih terpencar sepanjang tahun,” ujar Elina, Selasa (23/2/2021), seperti dilansir Health-Liputan6.com yang menghubunginya melalui sambungan telepon.

Tidak melakukan cuti secara bersama-sama atau dengan kata lain memecah hak cuti dapat dilakukan, tambah Elina. Namun, hak cuti tersebut dikembalikan kepada para karyawan yang ingin mengambil cuti sesuai kebutuhan masing-masing, tidak harus di satu waktu yang sama.

Hal penting yang perlu diantisipasi dalam cuti bersama adalah kegiatan mudik atau plesir yang dilakukan beramai-ramai dalam satu waktu yang sama. Lain halnya jika cuti dipecah sehingga memberikan kesempatan orang-orang untuk cuti di waktu yang berbeda-beda.

Indonesia Belum Aman

Pemangkasan cuti memiliki keterkaitan erat dengan situasi pandemi di Indonesia yang belum aman. Elina membahas, tingkat positif Covid-19 masih tinggi.

“Secara keseluruhan, kita di level 20 persen, kita masih jauh dari aman. Aman itu di bawah 5 persen yang positif. Ini belum termasuk angka tes antigen yang positif.”

Saat ini, belum aman untuk berwisata atau melakukan mobilitas seperti mudik secara beramai-ramai, tambahnya. Maka dari itu, ia mengimbau menyambut baik pemangkasan cuti ini, asal hak cuti tetap diberikan.

Selain pemangkasan cuti, hal lain yang dapat dilakukan idealnya adalah tidak mudik. Jika hendak jalan-jalan, kunci utama yang harus diselesaikan adalah menangani pandeminya terlebih dahulu, kata Elina.

“Setelah itu, mau dilonggarkan pun orang punya rasa aman. Kalau orang perlu wisata, tapi was-wasnya masih ada, harus tes, pakai masker, ketemu orang, malah stres duluan.”

Sebelum pandemi dapat dikendalikan, pengalaman wisata pun akan dihantui berbagai pikiran negatif. Sementara, negara lain yang berhasil menangani pandemi contohnya di Singapura sudah bisa bepergian dengan rasa aman.

“Kalau di Indonesia kita harus mikir bagaimana menanganinya. Sebisa mungkin penularannya diratakan, lalu dinyatakan aman.”

“Kita harus meminimalisasi risiko karena vaksinasi belum meng-cover sebagian besar orang Indonesia. Kita juga nggak tahu apakah bulan depan angka kasusnya akan turun,” tutupnya.
@fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Satu Pemain Lagi Pamit dari Persib Bandung Usai Omid Nazari

Kam Feb 25 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Persib Bandung kembali kehilangan satu lagi pemainnya usai Omid Nazari pamitan. Dialah Ghozali Muharam Siregar yang juga mengumumkan angkat kaki dari tim asal Kota Kembang tersebut. Persib tampaknya melakukan perombakan skuat besar-besaran menatap kompetisi musim 2021. Total sudah ada empat pemain yang akhirnya pergi dari Persib dengan […]