Cegah Penyusup, Keamanan di Mekah Mulai Diperketat Jelang Ibadah Haji

Editor Ilustrasi keamanan jemaah haji di Mekah./reuters/via okezone.com/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Petugas keamanan akan ditempatkan di seluruh penjuru Kota Mekah dan tempat -tempat suci lainnya untuk mencegah masuknya penyusup atau orang-orang tidak bertanggung jawab selama musim haji tahun ini.

Petugas juga menegaskan bahwa jemaah haji tidak diizinkan melakukan perjalanan dengan berjalan kaki dari Masjidilharam ke Arafah , Muzdalifah, dan Mina.

Komandan Pasukan Keamanan Haji Mayor Jenderal Zayed bin Abdulrahman Al Tuwayan mengatakan, jemaah haji hanya akan dapat berpindah antarlokasi dengan bus yang telah disediakan.

“Bus- bus ini ada empat warna. Setiap warna mengacu pada area tertentu di dalam tempat suci . Jemaah haji diharapkan mematuhi instruksi ini karena mereka tidak akan diizinkan berjalan kaki,” jelas Al Tuwayan, seperti dilansir Okezone.com dari laman
Arabnews, Kamis ( 15/7/ 2021) .

Ia melanjutkan, semua pintu masuk ke Kota Mekah dipantau tidak hanya oleh petugas keamanan, tetapi juga kamera pencitraan termal untuk mencegah orang tanpa izin mengakses tempat – tempat suci .

“Pegunungan di sekitar Mekkah dan semua lembah , di mana orang- orang yang tidak memiliki izin haji mungkin percaya bahwa mereka dapat mengakses tempat – tempat suci, sepenuhnya juga dipantau oleh pasukan Mujahidin dan dilengkapi kamera untuk menggagalkan upaya tersebut ,” tambahnya.

Al Tuwayan mendesak semua orang bekerja sama dengan pasukan keamanan selama musim haji di tengah pandemi Covid-19 ini. Dia menambahkan, pasukan untuk haji tidak hanya fokus pada keamanan, kesehatan, dan langkah-langkah organisasi; tetapi juga pada pemberian bantuan lainnya saat dibutuhkan.

“Keselamatan jemaah haji adalah prioritas utama, tetapi layanan kami juga termasuk mengarahkan jemaah yang tersesat ke tujuan mereka, dan mengamankan barang-barang yang mungkin hilang saat menjalankan prosesi haji mereka, ” kata Al Tuwayan.

Baca Juga :  Diduga Korban Pembunuhan, Kuburan Andri Dibongkar Kembali

Sementara Asisten Komandan Pasukan Keamanan Haji untuk Keamanan Masjidilharam dan sekitarnya Mayor Jenderal Mohammed Al Bassami menegaskan bahwa Masjidilharam sekarang siap menyambut jemaah haji.

“Hasil koordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah , jemaah haji bisa sampai ke Masjidilharam mulai pukul 06.00 WIB pada tanggal 7 Dzulhijjah (17 Juli),” ujarnya.

“Dengan langkah-langkah pencegahan kesehatan yang disepakati dengan otoritas terkait, Mataf dapat menampung 4.000 hingga 6.000 jemaah per jam, ” lanjutnya.

Al Bassami menambahkan, pasukannya akan memfasilitasi dan mengatur jemaah haji masuk ke Masjidilharam. Pasukan keamanan bekerja sama dengan otoritas kesehatan untuk melindungi jemaah dan mencegah persebaran Covid-19 selama musim haji.

Ia menyatakan sangat bangga dengan langkah-langkah yang diambil Kerajaan Arab Saudi untuk melayani jemaah haji tahun ini.

“Kami memiliki tingkat koordinasi yang sangat tinggi dengan Kementerian Kesehatan yang selalu hadir bersama kami dalam semua langkah dan prosedur kami,” katanya.

“Faktanya, seluruh rencana haji dibangun atas dasar keamanan, kesehatan, dan organisasi. Tidak ada keraguan bahwa Kementerian Kesehatan adalah mitra penting dalam rencana keseluruhan,” ungkapnya.

Kemudian Mayor Jenderal Salman Al Jumai’e, asisten komandan Pasukan Keamanan Haji untuk Lalu Lintas, mengatakan bahwa 2. 500 bus telah disediakan untuk mengantarkan jemaah haji, mulai tiba hingga berangkat.

“Bus- bus ini dijadwalkan melakukan 26.000 perjalanan di dalam Mekah, Arafat, Muzdalifah, dan Mina,” katanya.

“Sebagai bagian dari tugas kami, kami akan memantau arus lalu lintas, menangani kecelakaan lalu lintas , dan mengelola pos pemeriksaan dan bus antar-jemput,” jelasnya .
Selanjutnya Jenderal Ali Al Qahtani, asisten komandan Pasukan Keamanan Haji untuk Patroli Keamanan, mengatakan bahwa pasukannya yang meliputi petugas patroli berjalan kaki, petugas dengan sepeda motor, dan patroli yang menyamar akan melayani dan membantu jemaah haji serta mencegah kendaraan tidak sah masuk ke daerah tersebut.

Baca Juga :  Foto Tak Senonoh Ibunya Disebar di Medsos, Siswi SMP Laporkan Penyebar ke Polisi

10 Orang Ditangkap

Sementara itu, Juru Bicara Komando Pasukan Pengamanan Haji Brigadir Jenderal Sami Al Shuwairekh mengatakan 10 orang telah ditangkap karena melanggar peraturan dan instruksi haji. Mereka terbukti tidak memiliki izin yang sah.

Dia mengatakan, tindakan hukum telah diambil terhadap ke – 10 orang tersebut. Mereka masing- masing didenda 10. 000 riyal Saudi atau sekira Rp 38. 701.136.

Al Shuwairekh meminta semua orang untuk mematuhi instruksi musim haji tahun ini. Ia menambahkan, pasukan keamanan akan mengambil tindakan hukum kepada siapa pun yang coba mencapai Masjidilharam, daerah sekitarnya, dan tempat-tempat suci yakni Mina, Muzdalifah, Arafat tanpa izin sampai dengan 23 Juli. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Ridwan Kamil: Kebebasan Pers Adalah Fundamental Demokrasi

Jum Jul 16 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menyatakan, kebebasan dan kemerdekaan pers adalah salah satu fundamental demokrasi. Kebebasan dan kemerdekaan pers di Jabar akan selalu ia bela dan dukung selama menjunjung tinggi kebebasan pers yang bertanggung jawab. “Kebebasan pers adalah fundamental demokrasi, di Jabar selalu kami bela dan […]