Search
Close this search box.

Ceu Tri, “Kolaborasi Antarsektor Sangat Penting dalam Penanganan Bencana”

Ketua Yayasan Wanadri, Dr. dr. Tri Wahyu Murni Sulisetyowati, Sp.BTKV, MH.Kes. menekankan kolaborasi antarsektor kepada peserta Pelatihan Dasar Water and Sanitation Emergency Response Team (WatSan ERT) Batch 2 di SAGIWE Pusat Pendidikan Kavaleri (Pusdikav) Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (4 Oktober 2025).

Bagikan :

VISI.NEWS|BANDUNG – Kolaborasi antarsektor sangat penting dalam mendukung kesiapsiagaan masyarakat dan penanganan bencana. Demikian ditekankan Ketua Yayasan Wanadri, Dr. dr. Tri Wahyu Murni Sulisetyowati, Sp.BTKV, MH.Kes dalam sambutannya saat pembukaan Pelatihan Dasar Water and Sanitation Emergency Response Team (WatSan ERT) Batch 2 di SAGIWE Pusat Pendidikan Kavaleri (Pusdikav) Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (4 Oktober 2025).

“Kolaborasi lintas sektor untuk kesiapsiagaan bencana Sesar Lembang dan krisis kemanusiaan sangat penting, karena kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Semua harus siap!” ujarnya. Dokter bedah toraks senior yang akrab dengan panggilan Ceu Tri ini juga menyampaikan rencana Yayasan Wanadri untuk menggelar pelatihan secara rutin dalam kurun lima tahun. Pelatihan itu tidak saja tentang air dan sanitasi, tetapi juga Urban SAR (USAR), Mobile Medical Team (MMT), dan Manajemen Logistik dalam Kedaruratan.

Kegiatan pelatihan WatSan ERT merupakan inisiatif Yayasan Wanadri melalui Wanadri Institute, bekerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka memperkuat kapasitas kesiapsiagaan bencana, khususnya di sektor air bersih dan sanitasi darurat. Sebanyak 20 peserta dari berbagai lembaga kemanusiaan dan institusi teknis mengikuti pelatihan tersebut. Mereka berasal dari BPBD Provinsi Jawa Barat, Vertical Rescue Indonesia, Telkom Property, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU), Palang Merah Indonesia, Land Rover Club Bandung (LRCB), Wahana Muda Indonesia, Mer-C, Dinas Permukiman dan Perumahan Provinsi Jawa Barat, dan Wanadri.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh perwakilan Kantor SAR Bandung, Moch. Adip S.E selaku Kepala Seksi Operasi dan Siaga yang menyambut baik sinergi dalam membangun kapasitas respons kemanusiaan dalam bentuk pelatihan. Adip juga menyoroti peran relawan dalam penanggulangan bencana dan kedaruratan yang dalam setiap aksinya adalah ibadah.

Baca Juga :  Harga Kripto Hari Ini, Selasa 13 Januari 2026: Bitcoin Menguat, Ethereum Melemah

Sementara itu Panitia Latihan, Yayan Suryana, S.E., Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda dari BPBD Provinsi Jawa Barat menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pelatihan ini, yaitu PT Bio Farma (Persero), PT Eigerindo MPI, CV Trackerindo Anugerah Sejahtera, dan Pengelola SAGIWE Pusdikav Padalarang.

Pelatihan akan berlangsung selama tujuh hari dan bertujuan membentuk tim-tim tangguh yang mampu menjawab tantangan penyediaan air dan sanitasi dalam situasi darurat, sebagai bagian dari misi kemanusiaan yang berkelanjutan. @TKS

Baca Berita Menarik Lainnya :