CGTN: Xi Jinping Melansir Rangkaian Kebijakan Baru di COP15 Demi Mewujudkan Tiongkok yang Indah

Editor Presiden China Xi Jinping. /visi.news/YouTube/tangkapan layar
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BEIJING – Beijing melansir rangkaian kebijakan yang melanjutkan perwujudan Tiongkok yang indah. Langkah ini ditempuh Tiongkok di ajang “15th Conference of the Parties to the Convention on Biological Diversity” (COP15) yang berlangsung di Kunming, Provinsi Yunnan, Tiongkok Barat Daya.

Dengan tema “Ecological Civilization: Building a Shared Future for All Life on Earth,” COP15 merupakan konferensi global pertama yang digelar Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang peradaban ekologi, sebuah filosofi yang diusulkan Tiongkok.

Dana keanekaragaman hayati, taman nasional, dan rencana mencapai target-target karbon

Tiongkok akan memimpin investasi senilai RMB 1,5 miliar (sekitar $233 juta) untuk membentuk Dana Keanekaragaman Hayati Kunming (Kunming Biodiversity Fund).

Presiden Tiongkok Xi Jinping mengumumkan langkah ini ketika menyampaikan sambutan di sesi pertemuan pemimpin COP15 lewat video di Beijing, Selasa lalu.

Dana ini akan membantu berbagai negara berkembang dalam pelestarian keanekaragaman hayati, seperti yang disampaikan Xi. Presiden Xi juga menambahkan bahwa Tiongkok mengajak dan menyambut seluruh pihak agar berkontribusi dalam pembentukan dana ini.

Demi memperkuat pelestarian keanekaragaman hayati, Tiongkok mempercepat pembentukan sistem cagar alam dan menjadikan taman-taman nasional sebagai komponen utama, seperti yang disampaikan Xi.

Menurut Xi, ke depan, sistem taman nasional akan mencakup sejumlah wilayah yang berperan besar terhadap ekosistem alam, memiliki lanskap alam yang paling unik, serta warisan alam yang paling berharga dengan cadangan keanekaragaman hayati terbesar.

Demi mencapai target-target emisi puncak dan netralitas karbon, Tiongkok akan melansir rencana implementasi untuk emisi puncak karbondioksida di beberapa bidang dan sektor penting, serta rangkaian kebijakan pendukung. Tiongkok akan merumuskan kerangka kebijakan “1+N” demi mewujudkan emisi puncak dan netralitas karbon, seperti yang diumumkan Presiden Xi.

Baca Juga :  Kasus Pencopotan Paksa Bendera Merah Putih di Garut, Polisi Periksa 4 Saksi

Menurut Xi, Tiongkok akan terus menyeimbangkan kembali struktur industri dan bauran energi. Tiongkok juga aktif mengembangkan energi terbarukan, serta mempercepat kemajuan dalam perencanaan dan pengembangan pembangkit listrik tenaga bayu dan basis fotovoltaik di wilayah berpasir, berbatu, dan gurun pasir.

Keselarasan manusia dan alam

Manusia dan Alam harus hidup secara selaras, seperti dijelaskan Xi dalam pidatonya, dan berkata, “Saat kita melestarikan Alam, Alam akan membalasnya dengan murah hati; namun, ketika kita mengeruk Alam dengan semena-mena, Alam akan menghukum kita tanpa ampun.”

“Kita harus menjunjung tinggi Alam, menghormati Alam, dan mengikuti hukum Alam, serta melestarikan Alam. Dengan demikian, kita dapat membangun tanah air yang mewujudkan keselarasan hidup antara manusia dan Alam,” ujar Presiden Xi.

Perairan jernih dan pegunungan rimbun adalah aset-aset berharga adalah konsep yang dikemukakan Xi pada 2005.

Ekologi dan lingkungan hidup bermutu bukan hanya aset alam, namun juga aset ekonomi. Keduanya mencerminkan potensi dan momentum pembangunan ekonomi dan sosial, seperti dijelaskan Presiden Xi.

Xi mengimbau langkah-langkah lebih lanjut menuju mekanisme pembangunan yang lebih ramah lingkungan, serta menjaga pertumbuhan ekonomi yang saling menguntungkan dan pelestarian alam. Semua pihak juga harus membangun tanah air dengan mencapai kemajuan ekonomi dan alam secara terarah.

Xi mengimbau upaya kolektif yang mewujudkan pembangunan manusia bermutu tinggi

Xi mengimbau negara-negara di seluruh dunia agar bekerja sama dan mengawali langkah baru menuju pembangunan manusia bermutu tinggi.

Pengembangan peradaban ekologi harus menjadi panduan yang membina hubungan antara manusia dan Alam, menurut Xi, sekaligus menjelaskan bahwa kegiatan manusia harus berjalan sesuai batas-batas ekologi dan lingkungan hidup.

Xi mendesak langkah menuju transisi hijau yang mengarahkan masyarakat untuk memfasilitasi pembangunan berkelanjutan berskala global, serta mendorong kerja sama internasional yang ramah lingkungan demi berbagi hasil pembangunan di antara seluruh negara.

Baca Juga :  Anies: Media Garda Terdepan Edukasi Penanganan Covid

Dengan mengemukakan kesejahteraan rakyat guna mempromosikan kesetaraan dan keadilan sosial, Xi mencatat bahwa hukum internasional harus menjadi landasan penegakan sistem tata kelola dunia yang adil dan setara.

Xi juga berkata bahwa target-target baru dalam pelestarian alam harus bersifat ambisius, namun di sisi lain, juga bersifat pragmatis dan seimbang.@mpa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Hasil Studi Okta : Pascapandemi Percepat Budaya Zero Trust di Asia Pasifik

Jum Okt 15 , 2021
Silahkan bagikan Studi Okta: Di dunia pasca-pandemi, organisasi di Asia Pasifik lebih memprioritaskan Zero Trust Security daripada kawasan lain; tapi lag dalam implementasi ekonomi kerja jarak jauh telah mempercepat budaya Zero Trust di APAC, tetapi perusahaan sangat perlu meningkatkan pertahanan mereka untuk beradaptasi dengan lanskap ancaman baru.  VISI.NEWS | SINGAPURA […]