“Cipatani” Objek Wisata Anyar di Desa Nanggewer, Pagerageung, Tasikmalaya

Aliran Sungai Ciwalen yang mengalir ke wilayah Nanggewer disulap menjadi tempat wisata alam anyar yang menjanjikan./visi.news/budi s. ombik
Jangan Lupa Bagikan

– “Dalam waktu satu minggu jumlah pengunjung bisa mencapai ribuan orang dengan menyerap tenaga kerja 900 orang,” kata Mumu.

VISI.NEWS – Keran new normal yang dibuka oleh pemerintah pasca diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sejak tiga bulan lalu akibat dampak pandemi Covid-19, disambut oleh warga dengan penuh suka cita.

Boleh jadi karena selama tiga bulan penuh mereka dipaksa untuk akrab dengan kejenuhan di dalam rumah, sedangkan di luar rumah ada larangan untuk melakukan ragam kegiatan terutama yang menimbulkan kerumunan.

Kini, bak tumbuhan jamur yang tumbuh subur di musim penghujan, masyarakat pun mulai berbondong- bondong mengunjungi pusat-pusat keramaian, objek wisata, hingga tempat tertentu yang sudah biasa sebelum ada corona dikunjungi warga.

Ada yang sekadar menghilankan kepenatan, juga yang ingin mengetahui keramaian dunia luar pasca mengalami karantina. Bahkan, ada juga yang merayakannya dengan berfoya ria, menyawer uang dengan berbelanja di luar batas. Serta kegiatan lainnya.

Peluang ini menjadi dorongan bagi warga Kampung/Desa Nanggewer, Kecamatan Pageurageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, untuk membuka lahannya dijadikan tempat wisata yang beredukasi dengan mempertahankan budaya lokal.

Seperti yang diungkapkan oleh Punduh Nanggewer, Yudi Risma. Dikatakannya, kedusunan yang dipegangnya memiliki potensi alam nan masih perawan dan belum tergali.

“Aliran Sungai Ciwalen yang mengalir di antara pematang sawah adalah potensi besar untuk wisata, disamping mengairi area pesawahan, “kata Punduh Yudi Risma.

Sejak tiga minggu yang lalu, jelas Yudi, atau tepatnya dua hari setelah perayaan Idulfitri, telah dibuka objek wisata alam dengan nama “Objek Wisata Cipatani.”

Sementara kepala Desa Nanggewer, Endang Sunarli menjelaskan, wilayah kekuasaannya akan disulap dari suasana keheningan kampung menjadi suasana yang berbau bisnis wisata.

“Ya.. kita bekerja sama untuk menyulap wilayah Nanggewer menjadi wilayah tempat mendulang sendi sendi ekonomi,” ucapnya.

Bukti konkret yang telah dirasakan masyarakat, jelasnya, telah terbangun objek wisata dengan nama Cipatani beberapa pekan lalu.

“Dengan segala keterbatasan dan kemampuan akhirnya bisa membuahkan tempat wisata alam dengan mengedepankan kearifan lokal,” tambahnya.

Sementara itu pengelola objek wisata Cipatani yang juga tokoh pemuda, Mumu Hermunadi mengungkapkan, kendati baru dibuka sejak perayaan Idulfitri, hingga kini jumlah pengunjung tiap hari terus membeludak.

“Dalam waktu satu minggu jumlah pengunjung bisa mencapai ribuan orang dengan menyerap tenaga kerja 900 orang,” kata Mumu.

Tenaga kerja itu, jelasnya berasal dari pemanfaatan Karang Taruna Nanggewer.

“Pengelolaannya semua ditangani pemuda asal Nanggewer,” pungkasnya.@bik

Fendy Sy Citrawarga

One thought on ““Cipatani” Objek Wisata Anyar di Desa Nanggewer, Pagerageung, Tasikmalaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Mendagri Tito: Jadi Bupati Butuh Rp 30 M

Sab Jun 20 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian membeberkan penyebab banyaknya kepala daerah yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Modal selangit untuk menjadi kepala daerah, disebut menjadi keladi praktik korupsi di lingkungan pemerintahan daerah. Ia mengaku menerima informasi ongkos untuk maju menjadi kepala daerah […]