Ciri-ciri Set Top Box Asli Pendukung Siaran TV Digital

Editor Siaran TV digital perlu alat khusus bernama set top box./cnn indonesia/adhi wicaksono/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Masyarakat perlu memiliki alat Set Top Box (STB) untuk menikmati siaran TV digital. Perangkat tersebut berbeda dari alat atau STB yang digunakan pada pelanggan TV berbayar.

Dengan kata lain, pelanggan TV berbayar juga perlu memiliki STB ini jika mereka ingin menikmati siaran TV digital.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dalam paparan lewat akun Instagram menyebutkan masyarakat tetap membutuhkan alat bernama STB DVB-T2 atau digital video broadcast terrestrial second generation.

Fungsinya agar dapat menerima siaran TV digital free to air (FTA). Sementara itu siaran TV yang semula cukup menggunakan antena UHF, nanti akan memerlukan STB DVB-T2.

Berikutnya dijelaskan juga mengapa STB TV berbayar tak bisa digunakan menikmati layanan TV digital.

Alasannya, lantaran teknologi penyiarannya berbeda. STB pada TV berbayar biasanya DVB-C (koneksi menggunakan kabel), DVB-C (satelit), atau DVB-IPTV (protokol internet).

Sementara siaran TV digital menggunakan DVB-T2 (terestrial) yaitu dengan koneksi menggunakan antena rumah biasa atau UHF. Namun begitu bila spesifikasi pesawat televisi pelanggan siaran TV berbayar sudah mampu menangkap siaran TV digital, tentu tak perlu STB DVB-T2.

Ciri TV yang bisa tangkap siaran TV digital

Bukan TV tabung

Ciri pertama bukan TV tabung berlayar cembung. Sebab, semua TV tabung adalah analog sehingga untuk membuatnya bisa menerima siaran digital mesti dilengkapi dengan alat set top box tambahan.

Tidak semua TV layar datar TV digital

Tidak semua TV layar datar TV digital. Ciri TV layar datar yang sudah bisa menerima siaran digital adalah punya fitur pencarian siaran digital.

Biasanya hal ini bisa diketahui lewat fitur “tuning” yang memiliki opsi untuk mencari siaran televisi analog (ATV) atau digital (DTV).

Baca Juga :  Trump Klaim Bakal Selesaikan Kerusuhan dengan Cara 'Dingin'

Ciri pencarian saluran menggunakan fitur ATV, gambar yang diterima kurang jernih, yang sering disebut “bersemut”. Tapi pencarian dengan fitur DTV langsung memberikan gambar jernih.

Pencarian siaran digital dengan fitur DTV bisa dilakukan secara otomatis atau manual. Untuk TV layar datar LCD atau LED yang tidak mendukung siaran digital dapat menggunakan set top box tambahan.

Mendukung DVB-T2

Selain itu, tidak semua TV yang memiliki fitur pencarian siaran digital mendukung siaran digital di Indonesia. Sebab, siaran digital di Indonesia menggunakan standar DVB-T2 (Digital Video Broadcasting-Terrestrial second generation).

DVB-T2 merupakan alat untuk menerima siaran digital. Keterangan ini biasanya ada pada bagian box atau tanyakan kepada penjual apakah TV tersebut sudah mendukung DVB-T2.

Cek sinyal digital

Sebelum bisa menikmati siaran digital, pastikan bahwa Anda berada di daerah yang sudah ada sinyal siaran digital. Gunakan antena UHF di dalam atau di luar rumah Anda.

Berikut beberapa cara yang harus dilakukan untuk mengetahui sinyal saluran TV Digital di lokasi:

– Unduh aplikasi Sinyal TV Digital di Google Play Store atau Apple Store
– Setelah terpasang di perangkat ponsel pintar, buka aplikasi tersebut
– Aplikasi akan meminta izin akses lokasi Anda, kemudian pilih izinkan
– Tampilan akan berubah menjadi peta sesuai lokasi, di tempat Anda berada
– Di bagian kiri bawah terdapat kolom Legend. Jika dibuka, kolom tersebut akan memberikan informasi di mana lokasi sinyal TV digital dengan keterangan kuat hingga lemah
– Cek pada peta warna apa yang muncul.

@fen/sumber: cnn indonesia

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

SEHAT: Kolesterol Tinggi, 3 Gejala pada Tangan, Kulit, dan Mata

Jum Jun 25 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Kolesterol tinggi dapat dilihat dari tangan, kulit, dan mata. Tubuh luar seseorang dapat menyimpan banyak petunjuk tentang kesehatan dan risikonya termasuk tanda-tanda peringatan kolesterol tinggi. Ketika ada akumulasi plak (endapan lemak) itu menyumbat arteri, yang disebut aterosklerosis. Deposit ini terdiri dari kolesterol, zat lemak, produk limbah seluler, kalsium, dan fibrin. Kolesterol yang […]