VISI.NEWS | JAKARTA — Fenomena langit yang ditunggu-tunggu pecinta astronomi, Cold Moon, akan mencapai puncaknya pada 4 Desember 2025, sekaligus menjadi supermoon terakhir tahun ini. Fenomena ini akan memunculkan bulan purnama lebih besar dan terang karena Bulan berada di titik terdekatnya dengan Bumi.
Menurut informasi dari Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), cold moon adalah bulan purnama di bulan Desember, yang disebut bulan purnama dingin karena terjadi pada awal musim dingin di belahan bumi utara. “Ini supermoon ketiga dan terakhir tahun ini, dan kita baru akan melihat fenomena serupa lagi pada November 2026,” kata Dr. Rina Hartini, astronom dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).
Masyarakat di Indonesia dapat mengamati Cold Moon pada pukul 06.14 WIB keesokan harinya, 5 Desember 2025. Dr. Rina memberi beberapa tips agar pengalaman mengamati lebih maksimal. “Pilih lokasi terbuka dan minim polusi cahaya, seperti lapangan, pinggir pantai, puncak bukit, atau atap rumah yang tidak terhalang gedung tinggi. Hindari area perkotaan padat yang penuh lampu,” ujarnya.
Selain itu, untuk melihat detail permukaan Bulan, masyarakat disarankan menggunakan teropong atau teleskop kecil. “Kalau ingin mengabadikan momen, kamera DSLR atau ponsel dengan mode malam bisa menangkap warna oranye kemerahan saat Bulan baru terbit,” tambah Dr. Rina.VV
BMKG juga mengingatkan agar pengamat memperhatikan prakiraan cuaca. “Pastikan langit cerah tanpa awan tebal agar Bulan terlihat jelas. Cek prakiraan cuaca harian melalui aplikasi atau website BMKG sebelum memutuskan lokasi pengamatan,” kata Kepala Bidang Meteorologi BMKG, Arief Santoso.
Dengan tips ini, Cold Moon tidak hanya menjadi fenomena astronomi, tetapi juga kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati langit malam dan mengabadikan momen spektakuler di akhir tahun 2025 @fajar












