Cuti Kuliah, Praja IPDN Ditugasi Pantau Pilkada Serentak

Editor :
Rektor IPDN, Dr. Hadi Prabowo, M.M, melepas 6.266 orang praja untuk melaksanakan cuti kuliah, Sabtu (5/12/2020)./visi.news/istimewa.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Dr. Hadi Prabowo, M.M. mulai melepas 6.266 orang praja IPDN untuk melaksanakan cuti kuliah. Saat cuti kuliah tersebut para praja ditugasi memantau pelaksanaan Pilkada Serentak 9 Desember 2020.

Pelepasan cuti bagi praja ini dilakukan secara bertahap, dari 1.534 orang satuan praja utama, disusul satuan nindya praja, madya praja, hingga muda praja.

IPDN yang merupakan Perguruan Tinggi Kedinasan di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri mendapat tugas tambahan akademik untuk monitoring pelaksanaan Pilkada Serentak 9 Desember 2020.

Hal inilah yang mendasari Rektor IPDN menugasi satuan praja utama untuk melaksanakan monitoring Pilkada Serentak selama masa cuti kuliah.

Sejumlah 862 orang praja utama nantinya akan disebar di 9 provinsi, 37 kota, dan 224 kabupaten yang melaksanakan Pilkada Serentak.

“Kami (IPDN) mewajibkan seluruh praja yang akan melaksanakan cuti kuliah untuk melaksanakan swab tes terlebih dahulu. Swab tes tersebut dimulai sejak tanggal 3 s.d. 15 Desember 2020. Jika hasilnya negatif, maka mereka boleh melaksanakan cuti di daerahnya masing-masing. Pelepasan cuti pun kami lakukan secara bertahap untuk menghindari terjadinya kerumunan dan tentu saja dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang sangat ketat”, ujar Rektor IPDN, dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan VISI.NEWS dari Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas IPDN
Ervin Fahlevi, S.Sos., M.M., Sabtu (5/12/2020).

Terkait tugas akademik bagi praja utama, selama cuti mereka diberi tugas untuk memonitor atau memantau pelaksanaan pilkada, apakah sudah menerapkan protokol kesehatan atau tidak.

“Seperti diketahui bersama, tahun ini kita melaksanakan Pilkada Serentak dengan situasi yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kali ini kita melaksanakan pilkada di tengah pandemik Covid-19. Oleh sebab itu kami (IPDN) melalui satuan praja utama berinisiatif membantu pemerintah memonitor pelaksanaan pilkada di seluruh daerah, apakah keseluruhan tahapan pelaksanaan pilkada mulai tahapan kampanye sampai kondisi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) telah berjalan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh pemerintah atau tidak, terutama terkait penerapan protokol kesehatan Covid-19. Jadi, kami ingin memastikan bahwa pelaksanaan pilkada ini tidak akan menimbulkan klaster Covid-19 baru,” ujar Rektor IPDN. Dr. Hadi Prabowo, M.M.

Baca Juga :  HIKMAH: Manfaat Qiyamullail bagi Kesehatan Tubuh (1)

Selain memonitor, praja juga akan menyebarkan kuesioner yang nanti dalam pelaksanaannya akan berkoordinasi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Pemerintahan Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota. Kuesioner dan semua dokumen ini setelah terkumpul akan diserahkan kepada Sekretariat Pemantau Pilkada IPDN”, ujar Rektor IPDN. @bud

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Operasi Gabungan Aparat di Tasikmalaya Temukan Ratusan Liter Miras di Semak Belukar

Ming Des 6 , 2020
Silahkan bagikanmoreVISI.NEWS – Di tengah ancaman pandemi Covid-19, ternyata penjualan miras (minuman keras) dan kerumunan massa masih saja ada di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Padahal pemerintah Kota Tasikmalaya sedang berusaha keras agar penyebaran virus corona dapat ditekan. Terkait hal itu aparat gabungan dari TNI dan Polri melakukan operasi penertiban ke […]