Daftar Panjang Prestasi Listyo Sigit Prabowo di Bareskrim Polri

Editor :
Kapolri Jendral Idham Aziz (kiri ke dua) saat berjabat tangan bersama Kabareskrim Polri, Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo./visi.news/istimewa

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Nama Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Komjen Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., ramai diperbincangkan setelah dirinya diajukan Presiden Joko Widodo ke Pimpinan DPR sebagai calon tunggal Kapolri pada Rabu (13/1/2021) siang.

Di bawah pimpinannya, Bareskrim Polri mencatat banyak prestasi gemilang dengan berhasil mengungkap sejumlah kasus besar. Selain itu, Bareskrim juga mengawal seluruh kebijakan Pemerintah dengan membentuk beberapa Satuan Tugas (Satgas), di antaranya Satgas Pangan, Satgas Migas, Satgas Karhutla, dan Satgas Kawal Investasi.

Pada masa awal menjabat di tahun 2019, Sigit berhasil mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan, dan menangkap dua terduga, RM dan RB, yang merupakan oknum anggota Kepolisian.

Kemudian, karena terbentuknya koordinasi yang kuat dengan Kejaksaan Agung, Bareskrim Polri melimpahkan Tahap II kasus tersangka Honggo, Raden Priyono, dan Djoko Harsono beserta barang bukti kasus dugaan korupsi Kondensat PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) ke Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah dinyatakan lengkap atau P21. Ketiga tersangka kemudian divonis bersalah.

Berbicara mengenai sinergitas, kerjasama yang solid antara Bareskrim Polri dengan Kemenkumham berbuah hasil menggembirakan, di mana Maria Pauline Lumowa, yang telah menjadi buronan selama 17 tahun dalam kasus pembobolan bank senilai Rp. 1,7 triliun, berhasil ditangkap.

Bareskrim juga membuktikan bahwa penegakan hukum tak pandang bulu dan mewujudkan komitmen dalam melakukan pembenahan internal. Hal tersebut tercermin dalam penangkapan buronan terpidana kasus hak tagih (cassie) Bank Bali, Djoko Tjandra, pada 30 Juli 2020 di Malaysia. Sigit sendiri yang memimpin langsung operasi ini.

Penangkapan Djoko Tjandra, ungkap Sigit, berawal dari perintah Presiden Jokowi pada Kapolri, Jenderal Polisi Idham Azis, untuk membentuk tim khusus guna membawa buronan Djoko Tjandra kembali ke Indonesia. Diketahui setelahnya bahwa ada keterlibatan dua oknum Jenderal, yakni Brigjen Prasetijo Utomo dan Irjen Napoleon Bonaparte dalam kasus ini.

Pengungkapan kasus besar lain yang ditangani Sigit dan jajarannya adalah kebakaran Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) dengan 11 orang sebagai tersangka, kasus dugaan pelanggaran Protokol Kesehatan di acara Haul Syekh Abdul Qadir Jailani, kasus dugaan pelanggaran kekarantinaan kesehatan yang menyeret Rizieq Shihab, dan kasus dugaan penyerangan Laskar FPI kepada aparat Kepolisian di Tol Jakarta-Cikampek.

Terkait penanganan kasus korupsi, jajaran Bareskrim Polri tercatat menyelamatkan uang negara sebesar Rp. 310.817.274.052,- pada 2020. Jumlah tersebut merupakan hasil dari 485 perkara korupsi yang ditangani.

Dalam penanganan kasus di dunia siber, Bareskrim Polri sepanjang tahun 2020 tercatat telah mengungkap 140 kasus dugaan tindak pidana penyebaran informasi palsu atau hoaks terkait pandemi Covid-19. Setidaknya, ada 140 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Selain hoaks, sepanjang tahun 2020, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri juga menangani beberapa kasus menonjol, di antaranya pengungkapan dugaan provokasi yang menyebabkan kerusuhan dalam demo tolak UU Cipta Kerja Omnibus Law, kasus dugaan penghinaan terhadap NU yang menetapkan 1 orang sebagai tersangka, kasus yang menjerat Ruslan Buton terkait dengan ujaran kebencian, perkara pembobolan E-Commerce jaringan internasional, kasus akses illegal ke situs resmi Pengadilan Jakarta Pusat, dan akses illegal ke Linkaja, penangkapan terduga pelaku penghinaan terhadap terhadap Kepala Kantor Staff Presiden Moeldoko, dan penghinaan terhadap Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Tidak hanya itu, Ditipideksus juga telah mengungkap kasus penipuan oleh sindikat kejahatan internasional terkait pembelian ventilator dan monitor Covid-19, 3 orang pelaku berhasil ditangkap. Selain itu, kinerja Bareskrim Polri dalam mengungkap kasus penipuan alat medis sebesar Rp. 51.206.450.722,90 dengan korban perusahaan Belanda mendapatkan apresiasi langsung berupa kunjungan kerja Duta Besar Belanda dan Atase Kepolisian Belanda ke Bareskrim.

Dalam kasus penyalahgunaan narkoba sepanjang 2020, jajaran Bareskrim Polri mengamankan barang bukti 5,91 ton sabu, 50,59 ton ganja, dan 905.425 butir pil ekstasi. Dari 41.093 kasus tindak pidana narkoba, sebanyak 53.176 tersangka yang dilakukan proses hukum.

Pencapaian Bareskrim selanjutnya yaitu kasus kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Sepanjang 2020, Satuan Tugas (Satgas) Karhutla telah menetapkan 139 orang dan dua korporasi sebagai tersangka. Area yang terbakar seluas.274.375 hektare dengan 2.875 titik api.

Di sepanjang 2020, Bareskrim Polri juga telah mengungkap 455 kasus kejahatan lingkungan hidup pada lingkup UU Perkebunan, Kehutanan, dan Pertambangan yang dapat menyebabkan bencana alam. Hal itu disebabkan maraknya pelanggaran hukum Ilegal Mining atau penambangan ilegal dan tindak pidana perkebunan. Setidaknya, ada 620 orang yang telah dijadikan sebagai tersangka. @yus

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Belajar Money Management Bersama Viral Blast Global, Pasangan Suami Istri ini Sukses Hasilkan Ratusan Juta dalam 2 Bulan

Kam Jan 14 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Kemampuan dasar yang harus dimiliki seorang pebisnis adalah money Mmanagement atau kemampuan mengelola keuangannya sendiri. Money management termasuk salah satu faktor penting dalam berbisnis terutama tentang pengendalian risiko. Melihat hal ini Viral Blast Global sebagai platform Edukasi Money Management menggelar forum dan diskusi terbatas terkait kemampuan mengelola […]