Daftar Pembatasan Kegiatan Saat Bandung Raya Siaga 1

Editor :
Aktivitas di Stasiun Bandung. Ilustrasi./antara foto/m agung rajaa/ist.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Sejumlah wilayah Bandung Raya yang meliputi Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat mulai melakukan langkah pengetatan menyusul status siaga satu Covid-19.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengatakan semua wilayah harus menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) dan wajib menekan kedatangan wisatawan dari luar daerah selama sepekan ke depan.

“Jadi kalau situasinya sudah darurat, maka tindakan menyelamatkan nyawa itu akan jadi pilihan,” katanya di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (16/6/2021), dilansi CNN Indonesia.

Berikut sejumlah kebijakan yang dilakukan menyusul status siaga satu Bandung Raya:

Resto dan Rumah Makan Hanya Layani Take Away

Wali Kota Bandung Oded M Danial menegaskan restoran dan rumah makan hanya diizinkan melayani ‘take away’. Jam operasionalnya juga hanya sampai pukul 19.00 WIB.

“Paling bahaya itu ketika mereka datang pakai masker, ketika makan mereka buka masker dan masih berkerumun. Itu yang kita khawatirkan. Ini termasuk kuliner bagi PKL tidak boleh makan di tempat,” kata Oded di Balai Kota Bandung, Rabu (16/6).

Pengaktifan Posko PPKM

Oded juga meminta posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) disiagakan kembali di seluruh kelurahan. Dari 151 kelurahan, hingga saat ini tercatat sudah ada 131 kelurahan yang menerapkan posko PPKM.

“Sisa kelurahan sudah diminta untuk mengaktifkan posko PPKM. Kita akan laksanakan sampai partikel sosial terendah. Walaupun ada di kelurahan tapi diteruskan diperkuat sampai ke tingkat RT dan RW,” katanya.

Oded pun mengimbau seluruh elemen masyarakat di Kota Bandung untuk lebih waspada terhadap situasi dan kondisi pandemi terkini. Termasuk bagi warga luar Kota Bandung agar lebih mempertimbangkan prioritas aktivitasnya.

“Saya memohon, mari bersama-sama untuk meningkatkan kesiagaan dalam menghadapi Covid-19. Kepada masyarakat dari luar Kota Bandung, jangan masuk ke Kota Bandung kalau tidak ada kepentingan yang sangat urgent,” ujar Oded.

Baca Juga :  Kota Bandung Siapkan Cek Poin Selama Lebaran, Simak Penjelasannya

Tutup Lokasi Wisata 14 Hari

Pemerintah Kota Bandung juga memutuskan menutup tempat wisata dan hiburan selama 14 hari ke depan. Pemberlakuan penutupan tersebut berlaku mulai Kamis (17/6).

Oded menegaskan tempat wisata dan hiburan merupakan salah satu titik penyebaran Covid-19 yang terjadi saat libur Lebaran.

“Semua tempat hiburan dan tempat wisata ditutup,” kata Oded.

Pemkot juga memutuskan bahwa kegiatan MICE (meeting, incentive, convention, exhibition) di hotel dan lain-lain dilarang. Selain itu, jam operasi mal, resto, kafe, rumah makan, toko modern, PKL kuliner, PKL pakaian dan lain-lain berlaku hingga pukul 19.00.

Buka Tutup Jalan

Polrestabes Bandung juga kembali memberlakukan buka tutup sejumlah ruas jalan. Penutupan akan berlaku siang hari dan akan diterapkan pada akhir pekan.

Kapolrestabes Bandung, Ulung Sampurna Jaya mengatakan penambahan waktu penutupan jalan untuk menekan mobilitas masyarakat. Termasuk meminimalkan warga luar kota untuk masuk Kota Bandung.

Penambahan waktu penutupan jalan, kata Ulung, hanya akan berlaku pada weekend atau akhir pekan. Yakni Jumat, Sabtu, dan Minggu. Adapun penyekatan dilakukan pada pukul 14.00-16.00 WIB dan hanya dilakukan di ring 1 dan ring 2.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung menyatakan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas dihentikan.

Melonjaknya kasus Covid-19 serta diberlakukannya Bandung Raya siaga satu oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, menjadi alasan uji coba PTM dihentikan.

Uji Coba PTMT di Kota Bandung sedianya dilaksanakan pada 7-18 Juni 2021. Namun mulai Rabu (16/6), uji coba tersebut dihentikan dan siswa dilanjutkan belajar secara daring.

“Jadi tadi saya laporkan (dalam rapat terbatas), apa yang saya lihat di lapangan, yang namanya pendidik dan tenaga kependidikan itu sudah fasih dan paham pelaksanaan PTM terbatas. Saya lihat semua memang layak melaksanakan PTM,” kata Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna, Rabu (16/6).

Baca Juga :  Keluarga Cendana Digugat, Negara Ambil Alih TMII

“Tapi ini tidak sejalan dengan situasi kondisi pandemi Covid-19 yang sekarang terjadi,” cetus dia. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Perangi Covid-19, Bupati Ajak Masyarakat Doa Bersama Secara Virtual

Kam Jun 17 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Secara syariat, Bupati Bandung Dadang Supriatna bersama jajaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Kabupaten Bandung, sudah melakukan berbagai upaya semaksimal mungkin untuk menekan angka penyebaran pandemi. Namun pada hakikatnya, keberhasilan penanganan suatu masalah datang dari Sang Pencipta alam semesta. Untuk itu, bupati mengajak masyarakat […]