Search
Close this search box.

Dari Citarum ke Panggung Dunia: Tiga Pelajar Bandung Bawa Aksi Nyata Lingkungan ke Final Internasional

Tiga pelajar Bina Bangsa School menunjukkan prototipe filter air usai diumumkan sebagai pemenang nasional Change It Challenge, Bandung, Senin (9/2/2026)./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG — Kepedulian terhadap kondisi sungai di sekitar mereka mengantarkan tiga pelajar asal Bandung ke panggung internasional. Muhammad Rafa Putra Rizky, Liemas Owen Sanjaya, dan Zafira Ivy dari Bina Bangsa School sukses menjuarai Change It Challenge tingkat nasional yang diselenggarakan Monash University, Indonesia, lewat program inovatif pembersihan sungai dan saluran air.

Berbeda dari sekadar konsep di atas kertas, tim ini menonjol karena menghadirkan solusi yang sudah mereka praktikkan langsung di lapangan. Fokus utama mereka adalah penanggulangan pencemaran di Sungai Citarum dan aliran air lain di Indonesia, yang selama ini terdampak limbah berbahaya, logam berat, dan timbunan sampah.

Dalam presentasinya di hadapan dewan juri, ketiganya memaparkan pendekatan menyeluruh: mulai dari edukasi kepada sesama pelajar tentang tanggung jawab menjaga air, hingga aksi teknis berupa pembuatan filter air murah berbahan arang, pasir, dan kerikil. Mereka juga menggandeng LSM serta komunitas lokal untuk melakukan gotong royong pembersihan sungai, sekaligus memilah sampah yang masih bisa didaur ulang agar memiliki nilai guna kembali.

Kompetisi Change It Challenge sendiri merupakan ajang internasional yang mendorong siswa SMA mengidentifikasi persoalan nyata di lingkungan sekitar, merancang solusi praktis, lalu mempresentasikannya di hadapan juri profesional. Pada final Indonesia, enam tim dari berbagai sekolah memamerkan gagasan terbaik mereka demi mendorong perubahan sosial dan lingkungan.

Ketua dewan juri, Mark Scherian, menilai para peserta tidak hanya membawa ide, tetapi juga semangat kepemimpinan yang kuat.

“Change It Challenge bertujuan menginspirasi generasi muda untuk mewujudkan perubahan bermakna dan membantu mereka menyadari bahwa mereka bisa menjadi bagian dari perubahan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen Monash dalam mendampingi para pelajar berprestasi ini ke jenjang berikutnya.

Baca Juga :  Citra Bakti DPRD Jabar Turun Langsung, Serap Aspirasi Warga Kabupaten Bandung

“Monash memiliki komitmen yang berkelanjutan terhadap Indonesia, dengan menyambut para mahasiswa di jaringan kampus kami yang berlokasi di Australia, Malaysia, dan Indonesia. Sungguh sebuah kehormatan dapat menyaksikan semangat para peserta berprestasi tinggi ini, sekaligus memetik inspirasi dari mereka. Kami akan segera menghubungkan mereka dengan para akademisi dan tokoh-tokoh berprestasi dari jaringan global kami,” tambah Mark.

Kemenangan di tingkat nasional ini membawa Rafa, Owen, dan Zafira terbang ke Melbourne, Australia, pada pertengahan 2026 untuk bersaing di babak final internasional melawan pelajar dari berbagai negara.

Momentum ini juga sejalan dengan meningkatnya kiprah Monash University di Indonesia. Tahun 2026 menjadi tonggak penting dengan dimulainya penerimaan mahasiswa sarjana pertama di Monash University, Indonesia. Sejumlah proyek riset seperti RISE dan Citarum Action Research Program pun tengah berjalan untuk mencari solusi sanitasi serta akses air bersih yang terjangkau dan ramah lingkungan.

Selain Bina Bangsa School Bandung, lima sekolah lain yang tampil di final nasional adalah Springfield School (Jakarta Barat), North Jakarta Intercultural School, Mentari Intercultural School, Springfield School (Raffles Hills), dan Taman Rama Intercultural School.

Lewat langkah kecil yang mereka mulai dari sungai terdekat, tiga pelajar Bandung ini membuktikan bahwa perubahan global bisa berakar dari aksi lokal. @kanaya

Baca Berita Menarik Lainnya :