VISI.NEWS|BANDUNG -Di tengah musim yang penuh tekanan, kisah Eberechi Eze di Arsenal bukan sekadar soal gol atau nilai transfer mahal. Di balik performa yang naik turun, manajer Arsenal, Mikel Arteta, melihat proses transformasi mental dan taktik yang jauh lebih penting dari sekadar statistik.
Eze didatangkan dari Crystal Palace pada musim panas 2025 dengan banderol 67,5 juta pounds. Keputusannya menolak pinangan Tottenham Hotspur demi bergabung ke Arsenal sempat menjadi perbincangan hangat di London Utara.
Musim perdananya di Emirates Stadium berjalan unik. Di Premier League, gelandang serang berusia 27 tahun itu sempat kesulitan menjaga konsistensi. Bahkan, dalam satu periode, ia tak mampu mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran. Namun setiap kali menghadapi Spurs, Eze seolah berubah menjadi pemain berbeda.
Pada derby London Utara bulan November, ia mencetak hattrick di kandang sendiri. Akhir pekan lalu, ia kembali menjadi mimpi buruk Tottenham dengan dua gol dalam kemenangan 4-1 di markas rival sekota tersebut. Kontras performa inilah yang membuat banyak pihak mempertanyakan stabilitasnya.
Namun Arteta melihat cerita yang lebih dalam dari sekadar grafik performa.
“Untuk memahami dia, Anda harus melihat bagaimana koneksinya dengan pemain lain. Ruang mana yang paling nyaman untuk dia eksplorasi, dan kombinasi apa yang bisa kami bangun di sekitarnya,” ujar Arteta seperti dikutip dari Standard, Jumat (27/2/2026).
Menurut pelatih asal Spanyol itu, perubahan Eze terjadi pada detail-detail kecil yang tidak selalu terlihat di lembar statistik. “Ada beberapa hal yang dia ubah secara drastis menjadi sesuatu yang sangat positif. Anda mungkin tidak langsung melihat hasilnya dalam satu atau dua pekan, tetapi proses itu sedang berjalan,” tegasnya.
Arteta mengakui peran Eze beberapa kali dimodifikasi sepanjang musim. Ia pernah dimainkan lebih melebar, lebih dalam, hingga diberi kebebasan sebagai playmaker sentral. Respons Eze dinilai selalu positif.
“Perannya memang berubah beberapa kali dan reaksinya selalu sangat bagus. Tantangannya sekarang adalah menjaga konsistensi setelah tampil bagus, karena itulah yang kami butuhkan,” kata Arteta.
Bagi Arsenal, transformasi Eze bukan hanya soal meningkatkan jumlah gol, tetapi tentang membangun fondasi permainan yang lebih dinamis. Ketika koneksi antarpemain semakin padu dan kepercayaan dirinya tumbuh, The Gunners diyakini hanya tinggal menunggu waktu sebelum Eze benar-benar menjelma menjadi motor serangan utama.
Di Emirates, kisah Eze bukan lagi tentang mahalnya harga transfer atau sorotan derby. Ini tentang proses, adaptasi, dan bagaimana seorang pemain belajar menemukan versi terbaik dirinya di panggung besar.@fajar