Search
Close this search box.

Dari Longsor ke Relokasi, 53 Rumah di Pasirlangu Masuk Daftar Prioritas Pemulihan

Petugas gabungan melakukan pencarian korban dan pembersihan material longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Senin (2/2/2026), di tengah puing rumah warga yang terdampak./source: AFP.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG — Bencana longsor yang menerjang Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, tak hanya meninggalkan duka, tetapi juga pekerjaan besar bagi pemerintah untuk memastikan warga bisa kembali memiliki tempat tinggal yang aman. Sebanyak 53 rumah tercatat terdampak, sebagian tertimbun material longsor dan lainnya berada di zona rawan yang dinilai tak layak huni.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat kini memfokuskan penanganan pada relokasi warga terdampak. Langkah ini diambil setelah hasil pendataan awal menunjukkan puluhan rumah berada dalam kondisi rusak berat atau terancam pergerakan tanah susulan.

“Data sementara ada 53 rumah yang tertimbun dan terancam. Angkanya masih bisa berubah, tapi ini yang saat ini kami jadikan dasar penanganan dan relokasi,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Barat Ade Zakir di Desa Pasirlangu, Senin (2/2).

Tiga titik lahan milik desa telah disurvei bersama Badan Geologi sebagai calon lokasi hunian baru. Ketiga lokasi tersebut dinilai aman secara visual dan memungkinkan pembangunan rumah permanen bagi warga terdampak.

“Setelah lokasi ditetapkan dan dinyatakan aman oleh Badan Geologi, BNPB sudah menyatakan siap membantu pembangunan rumah warga. Prinsipnya, lahannya disiapkan daerah, pembangunannya dibantu pusat,” ujar Ade.

Relokasi dipastikan tetap berada di wilayah Desa Pasirlangu. Pemerintah daerah ingin memastikan warga tidak tercerabut dari lingkungan sosial maupun sumber penghidupan mereka.

“Relokasi tetap di Pasirlangu. Kami tidak ingin warga dipindahkan jauh dari lingkungan dan mata pencaharian mereka,” kata Ade.

Selain hunian, pemulihan juga menyasar aspek ekonomi. Sejumlah lahan pertanian warga ikut terdampak longsor, sehingga pemerintah menyiapkan program lanjutan agar warga tetap memiliki sumber penghasilan setelah direlokasi.

“Kita tidak hanya bicara rumah, tapi juga keberlanjutan hidup warga. Setelah relokasi, pemerintah akan menyiapkan dukungan agar warga bisa kembali beraktivitas dan memiliki penghasilan,” ujarnya.

Baca Juga :  Polisi Akan Beri Stiker Warna Berbeda di Bus Buruh yang ke Jakarta, Ini Fungsinya

Di sisi lain, operasi pencarian korban masih terus berlangsung. Memasuki hari ke-10, tim SAR gabungan telah mengevakuasi total 83 kantong jenazah dari area terdampak. Hingga Senin (2/2) pukul 17.30 WIB, tujuh kantong jenazah tambahan ditemukan di sejumlah titik pencarian, masing-masing satu di worksite A2, satu di A3, dan lima lainnya di sektor B2.

Upaya pemulihan Pasirlangu kini berjalan di dua jalur sekaligus: pencarian yang belum usai dan persiapan kehidupan baru bagi para penyintas. Di tengah tanah yang belum sepenuhnya stabil, harapan perlahan dibangun kembali dari rencana relokasi dan jaminan keberlanjutan hidup warga. @kanaya

Baca Berita Menarik Lainnya :