VISI.NEWS|BANDUNG -Christopher Nkunku akhirnya menemukan ritmenya di AC Milan, dan kebangkitannya ternyata berawal dari hal yang sangat sederhana. Setelah melewati periode sulit penuh tekanan di awal musim, penyerang asal Prancis itu kini menjelma menjadi andalan baru Rossoneri berkat perubahan pendekatan mental yang ia pelajari langsung dari Massimiliano Allegri.
Awal kedatangan Nkunku ke San Siro dibarengi ekspektasi besar. Direkrut dengan nilai transfer yang disebut mendekati 38 juta euro dari Chelsea, ia langsung dibebani harapan menjadi mesin gol baru Milan. Namun realitas di Serie A tidak semudah perkiraan.
Nkunku sempat menjalani fase panjang tanpa gol di liga, meski sempat mencetak gol di ajang Coppa Italia. Situasi itu membuat sorotan tajam mengarah kepadanya, sesuatu yang kerap dialami penyerang mahal yang belum langsung memberi dampak.
Alih-alih panik, Nkunku memilih bertahan dengan keyakinannya sendiri. “Saya mencoba untuk tetap tenang karena saya tahu kualitas saya dan saya tahu gol akan datang: itu hanya masalah waktu dan kondisi. Jika Anda bermain di lini serang, Anda harus mencetak gol karena itu tugas Anda,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kontribusi seorang pemain tak selalu terlihat dari angka semata. “Saya masih berpikir saya membantu tim dengan cara lain, tetapi jika Anda memberikan assist atau gol, itu lebih terlihat. Namun, yang terpenting adalah menang dan melakukan apa yang diminta Allegri,” lanjutnya.
Titik balik performanya datang menjelang akhir 2025 saat ia mencetak dua gol ke gawang Verona. Sejak momen itu, kepercayaan dirinya tumbuh pesat. Pergerakannya lebih tajam, sentuhannya lebih bersih, dan insting golnya kembali hidup. Di awal 2026, ia bahkan menjadi pencetak gol terbanyak Milan dalam kalender tahun berjalan.
Di balik perubahan tersebut, Nkunku menyebut peran Massimiliano Allegri sangat besar, terutama dalam mengelola sisi mentalnya. Sang pelatih tidak memberinya instruksi rumit, hanya nasihat sederhana yang ternyata mengubah banyak hal.
“Ketika pelatih mengatakan sesuatu, Anda harus menerimanya karena ia memiliki banyak pengalaman. Pada saat itu, lebih dari sekadar tersenyum, saya berada di dunia saya sendiri mencoba untuk siap. Tapi ya, ketika Anda tersenyum dan melihat segala sesuatu secara positif, semuanya berubah,” kata Nkunku.
Pendekatan itu membuatnya bermain lebih lepas dan tidak terbebani ekspektasi. Senyum yang dimaksud Allegri bukan sekadar ekspresi wajah, melainkan simbol cara pandang baru terhadap tekanan dan tantangan.
Kini, Nkunku tidak hanya kembali tajam, tetapi juga terlihat lebih menyatu dengan ritme permainan Milan. Kebangkitannya menjadi bukti bahwa di level tertinggi sepak bola, kekuatan mental bisa sama pentingnya dengan kemampuan teknis. Di Milan, resepnya ternyata sesederhana menikmati permainan dan tetap tersenyum di tengah tekanan besar.@fajar