Daur Kehidupan Masyarakat Jawa Digelar di Festival Budaya Jawa 2021

Editor Kepala Bidang Pelestarian Budaya, Dinas Kebudayaan Pemkot Solo, Is Purwaningsih, bersama Daryono dari Asita Surakarta, memaparkan perihal Festival Budaya Jawa 2021 yang baru pertama kali digelar/visi.news /tok suwarto
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Dinas Kebudayaan Pemkot Solo, bersama komunitas masyarakat pemerhati budaya, untuk pertama kali menggelar Festival Budaya Jawa yang kini masih hidup dan digunakan dalam aktivitas masyarakat Jawa, khususnya di wilayah Surakarta.

Upacara daur kehidupan warisan budaya leluhur Jawa, seperti upacara saat bayi masih dalam kandungan, setelah bayi lahir, rangkaian upacara tradisi pengantin, upacara pemakaman dan sebagainya, selama 2 hari, Sabtu dan Minggu (2-3/10/2021), digelar dalam festival di kawasan cagar budaya rumah kuna peninggalan bangsawan Keraton Surakarta “Ndalem Purwahamijayan”.

Kepala Bidang Pelestarian Budaya, Dinas Kebudayaan Pemkot Solo, Is Purwaningsih, menjelaskan kepada VISI.NEWS, Sabtu (2/10/2021), Kota Solo termasuk pusat pengembangan peradaban dan budaya Jawa yang mendapat pengakuan lembaga dunia Unesco.

“Keraton Surakarta dan Istana Pura Mangkunegaran, dengan keragaman tradiai budayanya, sampai saat ini tetap dilestarikan. Bahkan, masyarakat Surakarta pada umumnya sampai sekarang masih melestarikan tradisi budaya leluhur. Itu membuktikan, budaya Jawa masih relevan dalam mendukung pembangunan bangsa, khususnya pembangunan karakter masyarakat Kota Solo di era globalisasi ini,” katanya.

Dinas Kebudayaan Pemkot Solo, sambungnya, melihat banyak nilai-nilai budaya Jawa yang perlu dilestarikan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya di lapisan masyarakat bawah di RT atau RW, tetapi termasuk para pejabat di berbagai tingkatan baik daerah maupun pusat.

“Untuk pelestarian perlu langkah riil dan strategis secara berkesinambungan, dengan konsep edukasi, apresiasi, konservasi dan promosi melalui Festival Budaya Jawa 2021 ini. Mungkin kita terlambat dari daerah lain yang menggelar festival, seperti Festival Budaya Sunda, Budaya Betawi dan sebagainya,” jelasnya.

Daryono, pengurus Asita Surakarta, sebagai penanggung jawab pelaksana festival, mengungkapkan, pagelaran Festival Budaya Jawa merupakan upaya mewujudkan visi Kota Solo sebagai kota budaya yang modern, tangguh, gesit, kreatif dan sejahtera.

Baca Juga :  Selama 2021, Baznas Salurkan Rp 24,3M Manfaat Zakat untuk Kesehatan

“Di satu sisi, melalui festival yang baru pertama kali ini kita melestarikan budaya Jawa. Di sisi lain, pagelaran festival ini untuk memajukan khazanah budaya daerah dalam menunjang kebudayaan nasional. Itu sejalan dengan ungkapan Sunan Paku Buwono X, yang dalam bahasa Jawa berbunyi ‘kuncara ruming bangsa dumunung haning luhuring budaya’. Artinya, keluhuran suatu bangsa terletak pada keluhuran budayanya,” tutur Daryono.

Peserta Festival Budaya Jawa 2021, di antaranya para pelaku dan praktisi budaya, akademisi, sanggrar seni, komunitas seni, para tokoh masyarakat Jawa, para pejabat daerah dan pusat, serta para pengamat budaya Jawa.

Dalam rangkaian festival selama 2 hari, ditampilkan beragam budaya tradisi Jawa, seperti prosesi pengantin dan peragaan busana menurut tata cara adat Jawa, upacara tingkeban kandungan, procotan, tedhak siten dan semacamnya. Selain itu juga digelar peragaan pakaian adat dan seragam prajurit Keraton Surakarta, pametan keris, wayang, gelar horoskop Jawa Pawukon, jamu, rangkaian perabot pengantin, sesaji dan sebagainya.@tok

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Vaksinasi Jadi Acuan Level PPKM, Ganjar Motivasi Bupati/Walikota Lakukan Percepatan

Sab Okt 9 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Pemerintah pusat memasukkan capaian vaksinasi sebagai salah satu penentuan level PPKM. Akibatnya, 12 daerah di Jateng yang awalnya masuk level 2, naik menjadi level 3 karena capaian vaksinasi yang masih rendah. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo justru mengapresiasi langkah pusat tersebut. Menurutnya kebijakan ini bisa membantu mendorong […]