Dede Yusuf: Jangan Menantang Covid Karena Diri Merasa Sehat

Editor :
Ketua DPP Demokrat, H. Dede Yusuf, saat diwawancarai wartawan./visi.news/ki agus.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS — Vaksin Covid 19 itu merupakan baju pelindung bagi semua masyarakat, dengan di vaksin bisa jadi masyarakat akan benar-benar terjaga dari ancaman covid. Dan jangan sampai menantang dikarenakan merasa sehat.

Sebab menurut, Ketua DPP Partai Demokrat, H. Dede Yusuf Macan Effendi, yang juga anggota DPR RI, menjelaskan sebagaimana ketatnya protokol kesehatan yang dilakukan, atau bagaimana upaya masyarakat mencegahnya dari ancaman covid, tetap saja akan ada celah yang mengakibatkan tubuh terinfeksi covid.

“Melalui vaksin covid itulah pemerintah berusaha menjaga masyarakat agar bisa terhindar dari dari ancaman virus tersebut. Mengenai jaminan setelah dilakukan penyuntikkan vaksin akan terhindar dari paparan pandemi kembali, terus terang saya belum tahu,” katanya usai memberikan bantuan sarana olah raga outdoor di Balekambang Majalaya, Minggu (10/1/2021).

Demikian juga dengan pembelajaran tatap muka yang direncanakan bulan Januari, lanjut dia, itu belum bisa dilakukan saat ini. Karena melihat situasi dan kondisi terjadinya penambahan warga terkonfirmasi covid, jangan sampai kegiatan tersebut menjadi klaster baru.

Dede mengakui, dalam keputusan 4 menteri mengenai pemberlakuan pembelajaran di bulan Januari, ada penjelasan kalau daerah atau wilayah sudah cukup aman. Sementara sekarang keadaan belum aman. Jadi tidak perlu memaksakan untuk menyelenggarakan kegiatan belajar tatap muka.

Konsentrasi Dede sekarang bagaimana mengolahragakan masyarakat, bukan memasyarakatkan olah raga. Tujuannya agar masyarakat bisa sehat kuat dan terjadi peningkatan imun di tubuh sehingga selalu sehat.

Sebelumnya dia mengakui, akan membuat sarana olah raga sesuai permintaan Pemkab Bandung, akan ditempatkan di stadion si Jalak Harupat. Tapi karena ada faktor lain yang berkaitan dengan biaya yang berdampak pada masyarakat. Sehingga masyarakat tidak lagi leluasa mempergunakannya karena ada beban biaya.

“Saya sengaja memilih tempat di Desa Balekambang, karena legalitas tanahnya, dan keberadaannya pun ada di luar. Jadi masyarakat bisa menggunakan dengan bebas, tapi tentunya saat aktivitasnya dilakukan dengan secara bergantian,” ujar dia.

Dia menambahkan, sekarang yang dibutuhkan adalah pendamping atau instruktur kegiatan olah raga yang merupakan sarjana olah raga. Agar masyarakat bisa tahu fungsi alat yang digunakan termasuk cara pemakaiannya. @qia.

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Seorang Pria di Tasikmalaya Meninggal Dunia Saat Bersepeda

Ming Jan 10 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Seorang lelaki yang diketahui bernama Dadang Suryana (57) tiba-tiba jatuh dan meninggal dunia saat sedang bersepeda di Jalan Khoer Affandy, tepatnya di Kampung Ciherang, Kelurahan Ciakar, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (10/1/2021). Kejadian itu mengejutkan warga sekitar. Warga mengira korban kecapean. Namun ternyata, korban tidak […]