VISI.NEWS | JAWA BARAT – Hasil survei terbaru terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat 2024 menunjukkan pasangan calon Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan unggul signifikan dibandingkan dengan tiga pasangan calon lainnya. Dalam survei yang diumumkan, pasangan nomor urut 4 ini mencatatkan elektabilitas mencapai 65 persen. Sementara itu, pasangan nomor urut 3, Ahmad Syaiku-Ilham Habibie, berada di posisi kedua dengan perolehan 9,0 persen, diikuti pasangan nomor urut 2 Jeje Wiradinata-Ronal Surapradja dengan 4,6 persen, dan terakhir pasangan nomor urut 1 Acep Adang Ruhiyat-Gitalis Dwi Natarina yang hanya meraih 4,1 persen. pada hari Kamis (14/11/2024).
Dalam survei tersebut, sekitar 17,3 persen pemilih mengaku belum menentukan pilihan mereka (undecided voters). Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka antara 1 hingga 9 November 2024 dengan melibatkan 630 responden yang dipilih secara acak. Survei ini memiliki tingkat kepercayaan sebesar 95 persen dengan toleransi kesalahan atau margin of error sekitar 3,90 persen.
Kekuatan elektoral pasangan Dedi-Erwan ini diyakini berasal dari loyalitas dukungan yang tinggi. hampir tiga perempat dari para pemilih Dedi Mulyadi menyatakan bahwa pilihan mereka sudah mantap dan tidak akan berubah. Angka ini menunjukkan tingkat loyalitas yang jauh lebih baik dibandingkan para pesaingnya. Berbeda dengan pemilihan sebelumnya, kini Dedi Mulyadi menunjukkan kekuatannya bukan hanya di wilayah-wilayah tradisional seperti Purwakarta dan Subang, tetapi juga meraih dukungan signifikan di seluruh lapisan wilayah di Jawa Barat.
Selain itu, dukungan bagi pasangan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan ternyata juga berasal dari pemilih yang tidak hanya terikat dengan partai pengusung mereka. Hal ini menunjukkan bahwa pasangan tersebut berhasil menjangkau pemilih di luar basis konvensionalnya, sehingga memperkuat posisi mereka dalam kontestasi Pilkada ini.
Dengan hasil survei yang menunjukkan keunggulan yang mencolok, pasangan Dedi-Erwan tampaknya berada dalam posisi yang sangat menguntungkan menuju pemilihan mendatang. Namun, dengan masih adanya 17,3 persen pemilih yang belum menetapkan pilihan, dinamika politik menjelang hari pemilihan tetap dapat berubah, dan kandidat lainnya tentunya masih memiliki peluang untuk menggalang dukungan dan menarik pemilih yang belum menentukan pilihan. @berlin