Search
Close this search box.

Dedi Mulyadi Gandeng 38 Kampus Libatkan Mahasiswa Awasi Proyek Infrastruktur

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | PURWAKARTA – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mulai merealisasikan program pelibatan mahasiswa teknik sipil dalam pengawasan proyek infrastruktur di wilayahnya. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama 38 perguruan tinggi di Kantor Gubernur Jawa Barat, Bale Sri Baduga, Purwakarta, pada Selasa (25/11/2025). Mantan Bupati Purwakarta itu menegaskan bahwa perguruan tinggi harus menjadi bagian dari pengawasan kualitas pembangunan.

Dedi menjelaskan bahwa kerja sama ini disusun untuk menyelaraskan pendidikan, penelitian, praktik lapangan, magang, dan pengabdian masyarakat dengan prioritas pembangunan infrastruktur di Jawa Barat. Kesepakatan tersebut disebutnya sebagai upaya memaksimalkan keilmuan dan tenaga ahli kampus agar dapat memberikan rekomendasi teknis, kajian akademik, hingga pendampingan dalam berbagai proyek daerah.

Selain itu, program ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi sumber daya manusia melalui pelatihan, workshop, hingga sertifikasi yang relevan bagi mahasiswa teknik sipil. Pemprov Jabar bersama perguruan tinggi juga sepakat memperkuat koordinasi, pertukaran data, serta akses wilayah yang dibutuhkan dalam pelaksanaan Tridarma, khususnya pada bidang teknik sipil.

Mahasiswa yang terlibat tidak hanya akan melakukan pemantauan dari jauh, tetapi juga turun langsung menjalankan pengawasan non-struktural di lapangan dengan tetap memenuhi standar keselamatan dan ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami mendorong keterlibatan perguruan tinggi dalam proses perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta pemeliharaan program pembangunan infrastruktur daerah secara terintegrasi dan akuntabel, memastikan penyelenggaraan kerja sama dilaksanakan secara transparan, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat di Provinsi Jawa Barat,” ungkap Dedi, Sabtu (29/11/2025).

Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara kampus dan pemerintah daerah ini diyakini mampu mempercepat investasi dan menciptakan pembangunan yang lebih inklusif, sekaligus memperkuat daya saing Jawa Barat.

Baca Juga :  Riset Ungkap Berkebun Dinilai Efektif Jaga Kesehatan Mental

Sebelumnya, Dedi menyoroti rendahnya kompetensi sebagian konsultan proyek infrastruktur yang kerap memicu masalah di lapangan. Karena itu, ia membuka ruang bagi mahasiswa teknik sipil untuk berperan dalam pengawasan pembangunan. Selain mendapatkan pengalaman, mahasiswa juga akan menerima honor sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya.

“Jadi, saya melihat kemajuan pembangunan selalu masalahnya konsultan-konsultannya tidak mengerti. Saya lihat, konsultan adalah orang-orang yang tidak begitu kapabel, yang tidak bisa melihat kemajuan pembangunan, dan rata-rata sudah tua,” ujarnya.

@ffr

Baca Berita Menarik Lainnya :