VISI.NEWS|BANDUNG -LOSC Lille harus bekerja keras saat bertandang ke Stade Saint-Symphorien, markas FC Metz, pada pekan ke-21 Ligue 1 2025/2026, Sabtu (7/2/2026) dini hari WIB. Pertandingan berakhir tanpa gol, namun hasil imbang 0-0 tetap bernilai bagi tim tamu yang tengah bersaing di papan atas.
Dalam laga yang minim peluang bersih tersebut, nama Calvin Verdonk muncul sebagai sosok tak terduga. Bek kiri Timnas Indonesia itu masuk pada menit ke-82 menggantikan Romain Perraud dan membantu Lille menjaga keseimbangan permainan hingga peluit akhir.
Pelatih Lille, Bruno Genesio, menegaskan bahwa kontribusi pemain tidak selalu diukur dari durasi bermain.
“Kami membutuhkan ketenangan di menit-menit akhir, dan Calvin memberi itu,” ujar Genesio.
Menurutnya, pergantian tersebut murni keputusan taktis untuk meredam tekanan Metz yang meningkat di penghujung laga.
“Dia masuk dengan fokus tinggi dan menjalankan instruksi dengan baik,” kata Genesio.
Secara statistik, Lille memang lebih dominan dengan penguasaan bola 58 persen dan 16 percobaan tembakan. Namun efektivitas menjadi masalah, dengan hanya satu peluang emas tercipta sepanjang pertandingan. Di sisi lain, Metz memaksimalkan tekanan fisik, terutama di menit-menit akhir.
Dalam delapan menit bermain, Verdonk mencatat 13 sentuhan bola, akurasi operan 78 persen, satu kontribusi defensif, satu kreasi peluang, serta satu sapuan krusial yang memutus serangan tuan rumah.
Hasil imbang ini membuat Lille bertahan di posisi kelima klasemen sementara dengan 33 poin. Metz, sebaliknya, tetap terpuruk di dasar klasemen dengan koleksi 13 poin, memperpanjang periode sulit mereka musim ini.
Verdonk sendiri didatangkan Lille dari NEC Nijmegen pada musim panas 2025 dengan nilai transfer sekitar 3 juta euro. Meski belum menjadi pilihan utama, ia perlahan membangun peran sebagai pelapis yang dapat diandalkan.
Hingga pekan ke-21, Verdonk telah tampil dalam sembilan laga Ligue 1 dengan total 380 menit bermain, termasuk tiga kali sebagai starter. Ia juga tampil di Liga Europa dan Piala Prancis, menandakan kepercayaan bertahap dari staf pelatih.
Dalam laga tanpa gol dan penuh ketegangan, Lille mungkin kehilangan dua poin. Namun bagi Calvin Verdonk, delapan menit itu cukup untuk menunjukkan bahwa peran kecil bisa menentukan hasil besar.@fajar