VISI.NEWS | SUKABUMI – Pergeseran tanah mengakibatkan empat rumah ambruk di Kampung Cijagung, RT 06 RW 07, Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi. Selain itu, empat rumah lainnya mengalami kerusakan, sementara satu rumah berada dalam kondisi terancam.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, bencana tersebut memaksa para penghuni rumah terdampak mengungsi ke rumah kerabat mereka.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan Bantargadung, Sihabudin, menuturkan bahwa peristiwa pergeseran tanah pertama kali terjadi pada 20 November lalu, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut hampir sepanjang hari.
Pada dini hari tanggal 20 November, permukaan tanah di lokasi kejadian tiba-tiba amblas akibat pergeseran tanah. Dampaknya, tiga rumah warga dilaporkan ambruk total. Dua hari berselang, tepatnya pada 22 November, satu rumah lainnya kembali mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah yang terus berlanjut.
Sejak kejadian awal tersebut, penurunan permukaan tanah terjadi secara bertahap. Kondisi terparah kembali terjadi pada 14 dan 15 Desember. Secara keseluruhan, tercatat delapan rumah terdampak, dengan rincian empat rumah ambruk, satu rumah rusak berat, tiga rumah rusak sedang kemudian terdapat satu rumah yang dalam kondisi terancam.
“Yang terdampak sampai di tanggal 15 itu terdapat 8 rumah, diantaranya ada yang memang ambruk total sehingga tak bisa dihuni. Sedangkan yang rusak sedang itu, kerusakannya antara bagian depan rumah dengan belakang terpisah,” ujar Sihab.
Lebih lanjut, Sihabudin menyatakan pergerakan tanah tidak hanya berdampak pada bangunan, tetapi juga menyebabkan jalan amblas. Saat ini, warga terdampak bencana mengungsi ke rumah kerabat di kampung lain, sebagian ke desa lain, serta ada pula yang mengungsi ke wilayah Palabuhanratu. @andri












