DEPTH NEWS | BPK Dapat Temuan Rp 90,4 Juta di Si Jalak Harupat

Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BANDUNG – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat (Jabar) membenarkan telah melakukan serangkaian kegiatan pemeriksaan pengelolaan keuangan dilingkungan Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Kabupaten Bandung.

Kepala Subauditorat Jabar 1, Nugroho Heru kepada VISI.NEWS mengatakan, BPK Jabar telah melakukan pemeriksaan pengelolaan keuangan Dispora Kabupaten Bandung Tahun Anggaran (TA) 2021 termasuk menyangkut dengan retribusi yang dihasilkan UPT Si Jalak Harupat.

“Dipenghujung tahun 2021 yang lalu, tim Auditor BPK wilayah Jabar 1, sudah melakukan pemeriksaan terhadap Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung,” katanya.

Nugroho menjelaskan, hasil dari pemeriksaan keuangan yang dilakukan tim auditor wilayah Jabar 1, khususnya dilingkungan Dispora, menemukan adanya kebocoran anggaran retribusi hasil dari pengelolaan venue di UPT Si Jalak Harupat.

“Tim auditor melakukan pemeriksaan retribusi venue yang ada di Komplek Si Jalak Harupat, dan menemukan ketidak sesuaian antara data jadwal penggunaan dengan hasil tarif yang didapat, sehingga menjadi temuan,” jelasnya.

Disinggung temuan yang dimaksud misalnya, kaitan retribusi yang dihasilkan venue lapang latih atau mini soccer per tahun 2021 terdapat ketidak sesuaian antara data jadwal penggunaan dengan hasil tarif sewa yang didapat, sehingga menimbulkan kerugian negara.

“Salah satu contoh, pemeriksaan yang dilakukan kaitan penggunaan mini soccer tidak berbanding lurus dengan hasil retribusi yang didapat atau tarif sewa lapang, hal ini kemudian menjadi temuan BPK,” ungkap Nugroho.

Lebih rinci, Nugroho memaparkan, temuan dimaksud yaitu terdapat penggunaan lapang latih dalam satu hari selama 4 jam kemudian dipergunakan selama 12 hari berturut-turut sehingga total penggunaan lapang tersebut menjadi 48 jam.

“Misal, dari 48 jam yang di sewa si A, jika dikali Rp. 1 juta per jam maka uang tarif sewa yang didapat oleh pengelola sebesar Rp. 48 juta, seharusnya besaran uang retribusi tersebut masuk ke dalam kas negara, namun tidak demikian,” paparnya.

Baca Juga :  Indonesia Sumbang 1,12 Persen Kasus Covid Dunia

Temuan tim BPK menyebutkan, dari yang seharusnya Rp. 48 juta masuk ke dalam kas penerimaan negara, faktanya hanya sebesar Rp. 16 juta yang dilaporkan, sehingga BPK menyimpulkan adanya temuan ketidak sesuaian penerimaan retribusi.

“Hanya Rp. 16 juta saja yang dilaporkan, sementara sisanya Rp. 32 juta menjadi temuan BPK, itu baru sebatas 48 jam saja, belum penggunaan lapang latih di luar 48 jam tersebut, selain itu terdapat temuan dari penggunaan venue lainnya,” ucap Nogroho.

Atas temuan yang didapat BPK dari pengelolaan Komplek Olahraga Si Jalak Harupat tahun 2021, BPK mencatat sebesar Rp. 90.400.000,- yang kemudian menjadi kerugian negara, sehingga BPK merekomendasikan agar sisa uang retribusi tersebut dikembalikan terhadap negara.

“Temuan sementara sebesar Rp. 90.400.000-, berasal dari venue mini soccer dan beberapa venue lainnya, mungkin ada hal-hal lain yang belum diketahui, nanti kita (BPK) melakukan pengcekan lagi. Intinya Rp. 90.400.000,- itu sudah dikembalikan terhadap kas negara” pungkasnya. (bersambung).@eko

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kunci Kemenangan Pilgub Jabar 2024 Adalah Kemenangan Pileg Di Jabar, Ahmad : AMPI Siap Berjuang Untuk Kemenangan Golkar Jabar

Sel Agu 2 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS |BANDUNG – Sejumlah tokoh diperkirakan akan bertarung pada Pilgub Jabar 2024, termasuk Partai Golkar Jabar diperkirakan sudah menyiapkan kader terbaik untuk kemudian ikut dalam kontestasi agenda politik tersebut. Ketua AMPI Jabar, Ahmad Hidayat mengatakan, santer terdengar hingga saat ini sejumlah nama-nama yang digadang bakal ikut menjadi kontestan Pilgub […]