VISI.NEWS | KEBUMEN — Malam yang seharusnya tenang di jalur perlintasan sebidang wilayah Kebumen berubah menjadi tragedi. KA Gajayana yang melaju di jalur Prembun–Kutowinangun menabrak sebuah truk di perlintasan JPL 582 pada Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 21.32 WIB. Insiden tersebut mengakibatkan sopir truk meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara seorang penjaga perlintasan mengalami luka-luka.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan di perlintasan sebidang yang masih menjadi titik rawan keselamatan transportasi darat dan kereta api. Benturan keras tak terhindarkan ketika truk berada di jalur rel saat kereta melintas.
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, membenarkan adanya korban dalam kejadian tersebut. Ia menyebut petugas penjaga perlintasan turut menjadi korban dan harus menjalani perawatan medis akibat luka yang dialaminya.
“Atas peristiwa ini, KAI Daop 5 Purwokerto menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” kata As’ad dalam keterangan resminya, Rabu (28/1/2026).
Selain menyampaikan duka cita, KAI juga kembali mengingatkan pentingnya disiplin berlalu lintas saat melintasi perlintasan sebidang. Menurut As’ad, keselamatan di titik perpotongan rel dan jalan raya sangat bergantung pada kepatuhan pengguna jalan terhadap rambu dan sinyal peringatan.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan disiplin saat melintasi perlintasan sebidang. Keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan adalah tanggung jawab bersama,” pungkas As’ad.
Perlintasan sebidang memang kerap menjadi lokasi rawan kecelakaan, terutama pada malam hari ketika jarak pandang terbatas. Tragedi di Kebumen ini kembali menjadi pengingat keras bahwa kelalaian beberapa detik saja dapat berujung kehilangan nyawa. @kanaya