VISI.NEWS | JAKARTA BARAT– Kepulan asap hitam pekat tiba tiba memenuhi langit di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat. Di balik asap yang membumbung dari apartemen tersebut, tersimpan kepanikan warga yang berusaha menyelamatkan diri dari kobaran api.
Saat kejadian berlangsung, suasana berubah cepat. Warga yang berada di dalam apartemen bergegas keluar, sementara sebagian lainnya mencoba memastikan anggota keluarga mereka dalam keadaan aman. Momen ini menjadi situasi yang menegangkan, di mana setiap detik terasa penting.
Di tengah kondisi tersebut, petugas pemadam kebakaran bergerak cepat menuju lokasi. Perwira Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Joko Susilo, menyampaikan bahwa pengerahan dilakukan secara bertahap untuk mengendalikan api.
“Total pengerahan sebanyak 22 unit dengan 110 personel,” kata Joko Susilo, Kamis (30/4/2026).
Pada tahap awal, 13 unit dengan 65 personel diterjunkan dari berbagai pos dan sektor. Mereka segera melakukan upaya pemadaman sekaligus membantu evakuasi warga. Seiring perkembangan situasi di lapangan, tambahan kekuatan pun dikerahkan.
Sebanyak 9 unit tambahan dengan 45 personel turut diterjunkan pada tahap kedua. Petugas dari berbagai sektor seperti Kebon Jeruk, Kedoya Utara, hingga Jakarta Pusat bahu membahu mengatasi kebakaran agar tidak meluas.
Di balik deretan mobil pemadam dan suara sirene, ada kerja sama yang terjalin antara petugas dan warga. Upaya evakuasi dan pemadaman dilakukan dalam kondisi penuh tekanan, namun tetap terkoordinasi.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di tengah situasi darurat, kecepatan respons dan solidaritas menjadi kunci. Bagi warga yang mengalami langsung kejadian tersebut, momen ini meninggalkan kesan mendalam tentang pentingnya kesiapsiagaan dan saling membantu.
@Ihda