Dewan Pers Sepakati Pengaturan Peliputan Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua

Editor Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers Dewan Pers, Yadi Hendriana. /visi.news/ist
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | PEKALONGAN – Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers Dewan Pers, Yadi Hendriana, mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan kesepakatan-kesepakatan dalam peliputan sidang kasus pembunuhan Brigadir J yang akan berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, pada Senin (17/10/2022).

“Kamis kemarin kita baru saja membuat kesepakatan-kesepakatan dalam liputan media di Pengadilan Jakarta Selatan bersama pihak pengadilan dan Kapolres Jakarta Selatan,” ujarnya saat memberikan keterangan pers kepada peserta Uji Kompetensi Wartawan, di Hotel Grand Dian, Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (15/10/2022).

Kesepakatan ini, katanya, perlu dibuat karena kasus ini mendapat perhatian besar dari masyarakat. Melalui pengaturan liputan media yang disepakati diharapkan media dapat melakukan tugasnya dengan baik dan tidak akan merasa terhalang-halangi.

Isi kesepakatan itu, kata Yadi, antara lain media bisa melakukan liputan secara bergiliran. Untuk TV Full diatur Minggu pertama liputan Kompas TV, kemudian Emtek, Metro TV dan yang lainnya secara bergiliran. Demikian juga untuk fotografer yang akan mengambil gambar.

“Sedangkan pengunjung ruang sidang termasuk jurnalis yang melakukan liputan dibatasi hanya 50 orang saja,” katanya.

Meski demikian, kata Yadi, pihak PN Jakarta Selatan akan menyediakan tiga unit tv screen agar pengunjung di luar ruang pengadilan termasuk para jurnalis tetap bisa melakukan liputan.

“Bahwa dalam bekerja, para jurnalis harus menjalankan kode etik dan UU Pers. Salah satunya, dalam liputan yang mengandung berita yang tak layak ditonton anak-anak,” ungkap Yadi.

Ia juga mengingatkan bahwa wartawan dalam bekerja dilindungi UU Pers selama menjalankan kode etik jurnalistik sebagai panduan pekerjaan dalam peliputan dan penulisan berita.

Pengaturan ini dilakukan, kata Yadi, karena situasi di lapangan yang harus diketahui, lokasi pengadilan sempit dan tidak cukup untuk menampung jurnalist, terutama televisi yang akan live.@asa

Baca Juga :  AFJ dan AFFA Gelar Kampanye Seni Jalanan Serentak Di Tujuh Kota: Untuk Indonesia Bebas Kandang Baterai

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Auditor BPK Jabar ini Divonis 5 Tahun 6 Bulan Penjara

Sen Okt 17 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | BANDUNG – Salah seorang terdakwa kasus dugaan pemerasan Puskesmas dan RSUD di Kabupaten Bekasi, Amir Panji Sarosa, menjalani sidang putusan di PN Tipikor Bandung, Senin (17/18/22). Auditor Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Jawa Barat (Jabar) ini terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana korupsi dan atau […]