Search
Close this search box.

Di Balik Bayang-Bayang Pergantian Era, Mohamed Salah Masih Menantang Buku Sejarah Liverpool

Bagikan :

VISI.NEWS|BANDUNG -Liverpool mungkin sedang memasuki fase transisi, tetapi satu nama tetap berdiri kokoh di tengah pusaran perubahan: Mohamed Salah. Ketika banyak perdebatan mengarah pada regenerasi skuad dan masa depan klub, catatan sejarah justru menunjukkan bahwa sang penyerang masih terus menambah tinta emas dalam buku rekor The Reds.

Sejak didatangkan pada 2017, Salah bukan hanya menjadi mesin gol, melainkan simbol konsistensi di era modern Liverpool. Di bawah arahan Jurgen Klopp, dan bersama pilar seperti Virgil van Dijk serta Alisson Becker, ia mengantar klub kembali ke puncak sepak bola Inggris dan Eropa.

Namun, jika Klopp adalah arsitek dan Van Dijk fondasi pertahanan, maka Salah adalah wajah produktivitas itu sendiri.

Hingga kini, ia tercatat sebagai pencetak gol terbanyak Liverpool di Premier League dengan 188 gol dan raja gol klub di Liga Champions dengan 47 gol. Di kompetisi domestik, ia juga telah mengoleksi 92 assist, sejajar dengan legenda Steven Gerrard. Di Eropa, ia memimpin daftar assist Liverpool dengan 17 umpan berbuah gol.

Musim 2024/2025 menjadi salah satu mahakarya terbesarnya. Dengan 47 keterlibatan gol dalam format 38 laga, Salah mengantar Liverpool meraih gelar Premier League sekaligus menyabet penghargaan Player of the Season kelima dalam kariernya, menyamai catatan Gerrard.

“Saya selalu lapar untuk mencetak gol dan membantu tim. Rekor datang karena kerja keras setiap hari,” ujar Mohamed Salah.

Tak hanya itu, ia juga memegang sejumlah rekor lain: 32 gol liga dalam satu musim (2017/2018), 44 gol di musim debut, delapan musim beruntun dengan minimal 20 gol, hingga empat Sepatu Emas Premier League sebagai pemain Liverpool.

Di tengah isu penurunan performa pada musim 2025/2026 dan spekulasi transfer yang mulai berembus, kontraknya masih berlaku hingga musim panas 2027. Meski demikian, tanda tanya tentang masa depannya di Anfield tetap menggantung.

Baca Juga :  Dari TREND 2026, Tutur.co.id Lahir!

“Saya fokus pada apa yang bisa saya berikan untuk Liverpool sekarang. Masa depan akan kita lihat nanti,” kata Salah.

Sejumlah rekor lain masih dalam jangkauan. Ia hanya membutuhkan satu assist tambahan untuk menjadi pemilik tunggal assist terbanyak Liverpool di Premier League, melewati Gerrard. Tambahan satu hattrick akan membuatnya sejajar dengan rekor lima hattrick klub milik Ian Rush dan Robbie Fowler.

Jika mampu mencetak 12 gol lagi di Premier League, ia akan menjadi pemain pertama Liverpool yang menembus 200 gol di kompetisi tersebut. Sementara tiga gol tambahan di Liga Champions akan menjadikannya pemain pertama klub yang mencapai 50 gol di ajang elite Eropa itu.

Rekor 346 gol milik Ian Rush memang tampak terlalu jauh untuk dikejar. Namun dalam hal rasio gol per laga Premier League, Salah masih memiliki peluang menyalip catatan terbaik Fernando Torres yang berada di angka 0,637, sementara ia kini mencatat 0,614.

Warisan Mohamed Salah di Anfield sudah tak terbantahkan. Kini, sorotan tak lagi sekadar pada statusnya sebagai legenda, melainkan pada satu pertanyaan besar: sampai di mana batas terakhir yang bisa ia geser sebelum benar-benar menutup babnya bersama Liverpool?@fajar

Baca Berita Menarik Lainnya :