VISI.NEWS|BANDUNG -Megabintang Argentina, Lionel Messi, dikenal sebagai simbol kesempurnaan dalam dunia sepak bola. Ia menaklukkan hampir semua gelar bergengsi, baik di level klub maupun tim nasional, termasuk mengantar Argentina menjadi juara dunia 2022. Koleksi delapan Ballon d’Or semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa.
Namun, di balik pencapaian luar biasa itu, Messi menyimpan satu penyesalan besar yang tak berkaitan dengan performanya di lapangan hijau. Kapten Argentina tersebut mengaku menyesal tidak serius belajar bahasa Inggris sejak kecil.
Dalam wawancara di podcast Meksiko Miro de Atras yang dikutip ESPN, Rabu (25/2/2026), Messi secara terbuka mengungkapkan kegelisahannya. “Saya menyesali banyak hal. Tidak belajar bahasa Inggris sejak kecil. Saya punya waktu setidaknya untuk mempelajarinya, tetapi saya tidak melakukannya. Saya sangat menyesalinya,” ujarnya.
Pemain yang kini membela Inter Miami CF itu mengaku sering merasa canggung saat bertemu tokoh-tokoh besar dunia karena keterbatasan bahasa. “Saya pernah berada dalam situasi bersama pribadi-pribadi luar biasa dan hebat untuk berbicara dan mengobrol, dan Anda merasa setengah bodoh. Saya selalu berpikir: ‘Bodohnya saya, bagaimana saya menyia-nyiakan waktu’,” katanya.
Pengakuan tersebut memperlihatkan sisi lain Messi sebagai manusia yang terus belajar dari perjalanan hidupnya. Ia menyadari, kesadaran tentang pentingnya pendidikan baru datang ketika usia tak lagi muda.
Messi pun kini menanamkan nilai tersebut kepada anak-anaknya. “Ketika masih muda, Anda tidak menyadarinya. Sekarang itulah yang selalu saya katakan kepada anak-anak saya, tentang pentingnya memiliki pendidikan yang baik, belajar, dan mempersiapkan diri,” tuturnya.
Perjalanan hidup Messi memang penuh pengorbanan. Ia meninggalkan kota kelahirannya, Rosario, pada usia 13 tahun untuk bergabung dengan akademi FC Barcelona, La Masia. Ia mengakui masa-masa terakhirnya di sekolah di Argentina tidak berjalan baik karena fokusnya sudah tertuju pada kepindahan ke Spanyol.
“Saya tahu bahwa saya akan pergi. Di Barcelona, saya menyelesaikan sekolah menengah bersama anak-anak lain yang masuk ke La Masia,” ucapnya.
Setelah dua musim bersama Paris Saint-Germain, Messi melanjutkan kariernya ke Amerika Serikat pada 2023. Meski kariernya dipenuhi gemerlap trofi, ia menegaskan bahwa sepak bola bukan sekadar tentang kemenangan.
“Saya bisa melakukan segalanya dan mencapai puncak di sepak bola, tetapi di sepanjang perjalanan ada banyak pengalaman dan pelajaran yang dipetik. Memang benar sepak bola adalah jalan hidup. Ia mengajarkan banyak hal, memberi banyak nilai. Sepak bola menciptakan ikatan seumur hidup. Anda juga bisa mengenal banyak tempat,” ujar Messi.
Dari pengakuan tersebut, tampak bahwa bagi Messi, kesuksesan tidak menutup ruang refleksi. Ia mungkin telah menaklukkan dunia sepak bola, tetapi tetap melihat pendidikan sebagai hal fundamental yang tak boleh diabaikan.@fajar