Search
Close this search box.

Di Nanggewer pun Bakal Ada “Car Free Day”

Punduh Nanggewer menjelaskan saluran parit yang akan ditutup untuk bisa dipijak./visi.news/budi s. ombik

Bagikan :

VISI.NEWS – Kawasan Jalan Raya Desa Nanggewer, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, dalam waktu dekat akan disulap menjadi kawasan Car Free Day (CFD). Kegiatan penataan pun terus dilakukan, salah satunya dengan memasang bilboard bertuliskan “NANGGEWER”, tepat di sisi badan jalan.

Punduh Nanggewer, Yudi Risma Risyandi menuturkan, tulisan tersebut dicat dengan warna berbeda. Selain untuk keindahan, juga lebih menonjol seni artistiknya. Begitu pula dengan aksesori ban bekas yang ditata sedemikian rupa.

Pencetusan ide tersebut, tambah Yudi, telah dirancang jauh sebelum pelaksanaan pembuatan bilboard tersebut.

“Boleh dikata gayung bersambut. Artinya, sebelum dikemukakan dalam forum, sudah tercetus duluan oleh sejumlah kreator seni untuk dilaksanakan,” tuturnya.

Disebutkan, dalam pelaksanaanya melibatkan warga sekitar, terutama RT 01. Rencananya CFD akan digelar pada hari libur, seperti Minggu dan hari libur lainnya.

“Untuk sementara kita menempatkan para pedagangnya dari warga RT 01. Jumlah sementara dibatasi 50 orang,” katanya.

Teknis pelaksanaan pedagang, tambahnya, tidak diperbolehkan mendirikan kios atau warung, jadi sifatnya hanya instan.

“Jadi bisa dibongkar pasang. Kalau permanen dikhawatirkan akan mengganggu estetika lingkungan,” jelasnya.

Menyinggung panjang jalan yang digunakan, kata punduh muda yang satu ini, kurang lebih 500 meter. Sebagian menutup saluran irigasi menggunakan bambu. Agar bisa digunakan alas kaki (dipijak, red.) dengan tidak mengganggu saluran air yang ada.

“Meski waktunya hanya tiga jam, paling tidak memberikan ruang publik yang ingin berolah raga sambil menikmati jajanan,” tambahnya.

Di samping itu, juga dalam upaya mendongkrak kembali para wisatawan lokal untuk berkunjung ke wisata alam Cipatani dan memelihara keberadaan pohon tunggal yang tumbuh di sekitar lokasi CFD.

“Terus terang, pengunjung wisata alam Cipatani kini mulai berkurang. Banyak faktor terutama diberlakukannya new normal. Ditambah pemeliharaan pohon tunggal,” tambahnya.@bik

Baca Berita Menarik Lainnya :