Search
Close this search box.

Di Tengah Krisis Etihad, Guardiola Jadikan Trafford “Penjaga Terakhir” Jelang Duel Kontra Wolves

Tragedi performa Manchester City berlanjut di Etihad Stadium, Manchester, jelang laga kontra Wolves, Januari 2026, saat Pep Guardiola memilih menahan James Trafford di tengah krisis tim./source:instagram@jamestrafford.

Bagikan :

VISI.NEWS|BANDUNG -Situasi genting menyelimuti Manchester City jelang laga melawan Wolverhampton Wanderers. Di tengah performa yang terus merosot dan tekanan hasil buruk, Pep Guardiola justru mengambil keputusan yang memicu perdebatan: menahan James Trafford, kiper muda yang nyaris tak tersentuh menit bermain musim ini.

Trafford hanya mencatatkan tiga penampilan di Premier League dengan total 270 menit. Meski minim kontribusi di lapangan, Guardiola menutup rapat peluang sang pemain untuk hengkang pada bursa transfer Januari ini.

Keputusan tersebut muncul di saat City berada dalam periode sulit. Sepanjang tahun 2026, The Citizens belum sekalipun meraih kemenangan liga, sebuah catatan yang jarang terjadi di era Guardiola.

Guardiola menegaskan bahwa keputusannya bukan tanpa alasan. “James adalah bagian dari grup ini. Dalam situasi seperti sekarang, kami butuh semua pemain yang siap, bukan hanya yang sering bermain,” ujar Guardiola.

Ironi justru menyertai perjalanan Trafford musim ini. Ia kembali ke Etihad pada Juli 2025 setelah ditebus dari Burnley dengan harapan bisa bersaing sebagai kiper utama. Namun rencana itu buyar ketika City mendatangkan Gianluigi Donnarumma dan melepas Ederson ke Fenerbahce di hari terakhir bursa transfer.

Sejak saat itu, Trafford praktis terpinggirkan. Meski demikian, sang pemain memilih bersikap profesional. “Tentu tidak mudah, tapi saya belajar setiap hari. Saya menghormati keputusan pelatih dan akan siap kapan pun dibutuhkan,” kata Trafford.

Sikap protektif Guardiola terhadap Trafford berbanding terbalik dengan kebijakan klub terhadap sejumlah pemain lain. Oscar Bobb berada di ambang pintu keluar setelah Fulham disebut siap menebusnya dengan nilai 30 juta pounds. “Jika ada tawaran yang masuk akal, kami akan bicara,” ujar salah satu petinggi klub.

Baca Juga :  Menenun Identitas, Menggores Harapan: Batik Citengah Sumedang Kian Kompetitif

Stefan Ortega Moreno juga tak masuk dalam rencana jangka pendek. Kiper yang kini menjadi pilihan keempat itu diberi lampu hijau untuk mencari klub baru. Sementara Kalvin Phillips kembali masuk daftar pemain yang dipersilakan pergi, baik secara permanen maupun pinjaman.

Kebijakan transfer ini tak lepas dari kondisi City yang sedang goyah. Kekalahan beruntun dari Manchester United dan Bodo/Glimt memperpanjang daftar hasil buruk mereka. Dari tujuh laga terakhir di semua kompetisi, City hanya meraih dua kemenangan.

Manajemen pun bergerak cepat dengan menggelontorkan dana 84 juta pounds untuk mendatangkan Antoine Semenyo dan Marc Guehi. Guardiola menilai langkah tersebut penting untuk menyelamatkan musim. “Kami harus bereaksi. Tidak ada waktu untuk menunggu,” ucapnya.

Di tengah badai tersebut, Trafford justru menjadi simbol kepercayaan Guardiola pada stabilitas ruang ganti. Setidaknya hingga musim panas nanti, masa depan sang kiper dipastikan tetap berada di Etihad Stadium.@fajar

Baca Berita Menarik Lainnya :