Search
Close this search box.

Di Tengah Krisis Pangan, Menpora Erick Thohir Pilih Salurkan Alat Olahraga untuk Pemulihan

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyiapkan rencana distribusi alat-alat olahraga buatan dalam negeri bagi masyarakat terdampak bencana sebagai bagian dari pemulihan jangka menengah./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | JAKARTA — Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyiapkan rencana distribusi alat-alat olahraga buatan dalam negeri bagi masyarakat terdampak bencana sebagai bagian dari pemulihan jangka menengah. Rencana ini, menurut Kemenpora, akan mulai dijalankan Rabu, 3 Desember 2025, setelah fase tanggap darurat dan pemulihan awal selesai dilakukan. Program ini fokus tidak hanya pada perbaikan fisik dan ekonomi, tetapi juga kesehatan mental dan kebugaran warga.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, mengatakan bantuan tersebut akan disalurkan beberapa bulan ke depan. “Nanti pascabencana, mungkin beberapa bulan ke depan kami mulai kembali membagikan para korban bencana, salah satunya dengan mendistribusikan alat-alat olahraga,” ujarnya, dikutip dari Antara.

Meski belum merinci jenis perlengkapan yang akan diberikan, Erick menegaskan seluruh alat tersebut merupakan produk lokal karya industri olahraga Indonesia. Program ini dimaksudkan untuk membangkitkan kembali semangat masyarakat terdampak melalui aktivitas olahraga sekaligus mempromosikan produk dalam negeri.

Pendekatan Kemenpora menempatkan olahraga sebagai medium pemersatu dan penguat pemulihan di wilayah terdampak bencana. Pemerintah berharap alat olahraga baru dapat memicu aktivitas komunitas, terutama bagi anak-anak dan remaja yang rentan mengalami tekanan psikologis pascatrauma.

Namun rencana ini menuai reaksi beragam di ruang publik. Beberapa warganet mempertanyakan relevansi bantuan olahraga di tengah kondisi warga yang masih kesulitan memperoleh kebutuhan dasar. “Orang pada kelaparan kok disuruh olahraga toh, Pak!” tulis salah seorang pengguna platform X.

Sumber internal Kemenpora menegaskan bahwa distribusi alat olahraga bukan bagian dari program tanggap darurat, melainkan fase rehabilitasi jangka menengah yang baru dijalankan setelah kebutuhan dasar warga terpenuhi oleh kementerian dan lembaga terkait.

Program ini menjadi langkah unik pemerintah dalam memadukan pemulihan fisik, mental, dan sosial warga pascabencana, meski tantangan prioritas kebutuhan dasar tetap menjadi sorotan publik. @kanaya

Baca Berita Menarik Lainnya :