VISI.NEWS | JAKARTA– Di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, kekhawatiran masyarakat sering kali bermuara pada satu hal sederhana, apakah kebutuhan hidup akan semakin berat. Pemerintah pun berupaya menjaga agar tekanan global tidak langsung dirasakan di kehidupan sehari hari.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa gejolak global seperti konflik geopolitik, tingginya suku bunga Amerika Serikat, hingga perlambatan ekonomi dunia turut memberi tekanan pada Indonesia. Dampaknya terlihat pada nilai tukar rupiah, pasar keuangan, hingga potensi inflasi.
Namun di balik kondisi tersebut, pemerintah berupaya menjaga stabilitas agar masyarakat tetap bisa bertahan. Konsumsi rumah tangga, investasi, dan perdagangan terus diperkuat sebagai penopang utama ekonomi.
“Maka dari itu, kami akan terus jaga sektor swasta agar terus tumbuh, salah satunya dengan satgas P2SP atau debottlenecking,” ujar Purbaya. Rabu (29/4/2026)
Bagi masyarakat, langkah ini menjadi penting karena berkaitan langsung dengan daya beli dan peluang kerja. Pemerintah pun memastikan tidak akan menambah beban baru melalui kenaikan pajak dalam waktu dekat.
“Fokus pemerintah saat ini adalah meningkatkan kepatuhan dan menutup kebocoran pajak, bukan menaikkan tarif,” tegasnya.
Kebijakan ini memberi ruang bagi masyarakat untuk tetap menjaga pengeluaran di tengah kondisi yang belum sepenuhnya stabil. Di sisi lain, dunia usaha juga diharapkan tetap bergerak tanpa tekanan tambahan.
Di balik angka dan kebijakan, ada harapan sederhana, ekonomi tetap berjalan, harga tetap terkendali, dan masyarakat bisa menjalani aktivitas dengan lebih tenang meski dunia sedang tidak pasti.
@Ihda