Diberikan Teguran Tertulis, Tempat Wisata di Cicalengka Masih Beroperasi di Tengah Pandemi

Editor :
Tempat wisata Dreamland kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung./visi.news/istimewa

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Pemerintah Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cicalengka dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung telah melayangkan surat berisi teguran ke tempat wisata Dreamland yang berlokasi di Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Merujuk pada surat yang ditandatangani Rusmana selaku Kepala Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, dan dikeluarkan pada 04 November 2020, dengan No. 129/DS-2009/XI/2020, perihal Penutupan Sementara Lokasi Wisata Dreamland yang dilayangkan kepada PT. KTC, dimana dalam isi surat tersebut membahas terkait penyebaran Covid-19 di wilayah Cicalengka yang meningkat cukup signifikan dan membahas tentang perizinan yang belum lengkap.

Terkait persoalan tersebut, H. Yosep Nugraha, SH, M.Ip., selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung juga melayangkan surat yang ditandatangani dengan No. 556/1210/Disparbud. Surat tersebut memuat tentang pelanggaran izin juga pelanggaran protokol kesehatan yang membahayakan orang banyak.

Faktanya sampai saat ini, tempat wisata tersebut masih beroperasi dan diduga tidak menggubris surat teguran baik dari Pemerintah Desa setempat maupun Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung.

Ketika akan dikonfirmasi oleh awak media, manajemen pengelola tempat wisata, belum memberikan jawaban secara resmi terkait persoalan yang terjadi.

Dari informasi di lapangan, awak media yang akan meliput tidak diizinkan oleh petugas penjaga tiket tempat wisata tersebut.

Dalam keterangannya kepada awak media, petugas tiket tersebut mengatakan, tidak mengizinkan wartawan untuk wawancara serta dilarang masuk ke tempat wisata.

“Maaf, wartawan dan LSM dilarang masuk ke wilayah wisata. Ini atas perintah atasan
dikarenakan sudah di-cover sama pihak pribumi,” ungkap salah satu penjaga tiket.

Ketika ditanya perihal siapa yang memberikan intruksi, penjaga tiket tersebut tidak memberikan keterangan siapa atasannya yang menyuruhnya.

Guna menanggapi persoalan yang terjadi, VISI.NEWS mencoba minta keterangan kepada Camat Cicalengka, H. Entang. Namun pada saat dihubungi, belum ada jawaban.

Keterangan didapat dari Kapolresta Bandung Kombespol Hendra Kurniawan, S.IK. Menurutnya, pihaknya beberapa waktu lalu melakukan pengecekan langsung atas informasi yang diterima.

“Saya sudah cek ke sana. Sudah dihentikan kegiatannya waktu itu karena terlalu banyak pengunjung sehingga tidak sesuai protokol. Hari ini saya belum tahu apakah ijinnya sudah keluar, atau rekomendasi dari Dinas Pariwisata sudah keluar juga atau belum,” jelas Kapolresta Bandung.

Pihaknya sudah mengarahkan dan memberikan penjelasan terkait Protokol kesehatan (Prokes) maupun legalitas perizinan. “Perihal informasi tersebut, silahkan konfirmasi saja langsung,” ucapnya. @yus

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Aspal (1)

Ming Nov 29 , 2020
Silahkan bagikanRékacipta Féndy Sy Citrawarga   “ASLI cenah Bah!” “Naon téa Jin?” “Sumuhun artis anu 19 detik téa, cenah saur ahlina asli lain jijieunan alias lain sakadar mirip pemeran dina vidéo nu sumebar dina médsos téh.” “Alus wé Jin ngarah seger lalajona.” “Darsép onaman mani dohot kanu porno téh…..” “Na […]