Search
Close this search box.

Diduga Akibat Rangka Bangunan Rusak, Atap SMKN 1 Cileungsi Ambruk 26 Siswa Luka

Kondisis ambruknya atap bangunan di SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | CILEUNGSI – Insiden ambruknya atap bangunan di SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, mengagetkan seluruh pihak. Kejadian yang berlangsung pada Selasa pagi (10/9/2025) itu menyebabkan 26 siswa mengalami luka-luka, meski tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Ade Hasrat, menjelaskan bahwa penyebab runtuhnya atap diduga karena kerusakan pada struktur rangka bangunan. Namun, pihaknya belum dapat menyimpulkan secara pasti karena gedung sekolah tersebut merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Dari kondisi saya nggak bisa menyimpulkan ya, mungkin ada kerusakan di rangka atapnya sehingga menyuburkan runtuhnya bagian atap seperti itu,” ujar Ade dikutip dalam keterangannya, Rabu (10/9/2025).

“Tapi kalau dari kondisi atap sendiri saya nggak hafal, karena ini SMA milik provinsi, bukan tanggung jawab pemerintah daerah kabupaten,” tambahnya.

26 Siswa Terluka, 9 Masih Dirawat

Ade menyampaikan, sebanyak 26 siswa terluka akibat tertimpa material atap bangunan. Dari jumlah tersebut, 17 orang telah diperbolehkan pulang, sementara 9 lainnya masih dalam tahap observasi dengan kategori luka berat.

“Korban jiwa tidak ada. Hanya anak-anak yang terluka dan telah dibawa ke rumah sakit. Dari 26 orang, 17 sudah kembali ke rumah masing-masing, 9 sisanya masih dievaluasi,” ujarnya.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB, ketika kegiatan belajar-mengajar tengah berlangsung di dalam kelas. Tiba-tiba atap bangunan ambruk dan langsung menimpa para siswa yang berada di ruangan.

Hingga berita ini diturunkan, BPBD bersama aparat kepolisian, Dinas Pendidikan, dan pihak sekolah masih berada di lokasi untuk melakukan pendataan, pengecekan struktur bangunan lainnya, serta memastikan keselamatan seluruh warga sekolah.

BPBD juga tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk penanganan lebih lanjut, termasuk rencana rehabilitasi bangunan dan dukungan medis bagi korban.

Baca Juga :  Serangan Terkoordinasi Iran–Hizbullah Guncang Israel

Pihak sekolah sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait aktivitas belajar-mengajar pascakejadian, namun dipastikan bahwa lokasi telah diamankan untuk mencegah insiden susulan. @salman

Baca Berita Menarik Lainnya :