Search
Close this search box.

Diduga Jadi Korban TPPO, Pemuda Sukabumi Meninggal di Kamboja

Suasana rumah duka korban TPPO asal Kampung Parungseah Berong, Desa Parungseah, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Jumat (13/9/2024) malam. /visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | SUKABUMI – Seorang pemuda asal Kampung Parungseah Berong, Kabupaten Sukabumi bernama Syamsul Diana Ahmad (30) menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja. Pergi ke luar negeri dengan tujuan mengubah nasib, pemuda itu pulang ke rumah dalam peti mati.

Kepala Desa Parungseah, Muhammad Munir menuturkan keluarga mendapat kabar kalau Syamsul telah meninggal dunia pada 2 Agustus dari temannya melalui telepon. Dalam sambungan telepon itu, Syamsul meninggal di mess yang disediakan perusahaan.

“Menurut keterangan dari rumah sakit di Kamboja yang saya baca dari dokumen meninggalnya akibat serangan jantung,” kata Munir.

Menurut Munir, jenazah Syamsul tiba di rumah duka, di Kampung Parungseah Berong, Desa Parungseah, Kecamatan Sukabumi pada Jumat (13/9/2024) malam. Menurut dia, antara waktu meninggalnya dengan kepulangan jenazah hampir sebulan karena adanya proses yang panjang.

Kepulangan jenazah ke tanah air dibantu berbagai pihak seperti Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (B2PMI) dan Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat dan Disnakertrans.

Munir mengatakan Syamsul berangkat ke luar negeri untuk mengadu nasib dengan tujuan Singapura karena diajak temannya yang sudah ada disana. Namun ternyata, bukan Singapura melainkan Kamboja.

“Pihak keluarga tak tahu persis pekerjaannya apa. Yang diketahui keluarga anak ini berangkat ke Singapura, ternyata dia hanya transit di Singapura dan ke Kamboja. Untuk keberangkatannya kurang tahu kapan,” kata Munir.

Munir menegaskan kalau pemuda itu berangkat kerja keluar negeri tanpa penyalur hanya diajak temannya dan besar kemungkinan menggunakan visa bukan untuk kepentingan kerja. “Kita tak tahu awal mula berangkatnya seperti apa, yang kita tahu ketika ada kabar dukanya saja,” kata Munir.

Baca Juga :  Riyono Soroti Ancaman Kemarau Panjang 2026 terhadap Ketahanan Pangan Nasional

Sehingga kedepannya, Pemerintah Desa (Pemdes) Parungseah berharap agar warga waspada apabila ada tawaran bekerja di luar negeri, mengingat saat ini banyaknya korban TPPO dari Sukabumi.

“Karena hari ini banyak korban TPPO, tentunya ketika mau berangkat kerja ke luar negeri minimal koordinasi dengan pihak desa, kita juga tidak akan mempersulit sebetulnya, cuman minimal kita punya filter harus kemana dulu dan seperti apa prosedurnya sehingga perusahaan penyalur kerja itu benar-benar dipastikan legal,” ujarnya.

@andri

Baca Berita Menarik Lainnya :