Diduga Qatar Bangun Tembok untuk Sembunyikan Lingkungan Miskin Jelang Piala Dunia

Editor Muncul rekaman video dari Qatar yang diduga membangun tembok dalam upaya menyembunyikan lingkungan yang lebih miskin menjelang Piala Dunia mendatang./sportbible.com/via operafootball.com/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | QATAR – Qatar telah mengalami kritik keras atas berbagai pelanggaran hak asasi manusia termasuk perlakuan buruk terhadap pekerja migran dan kriminalisasi terhadap orang-orang LGBT.

Sekarang tampaknya para pejabat berusaha menyembunyikan ketidaksetaraan di beberapa wilayah negara.

Dalam sebuah video yang diposting di TikTok dan dibagikan di Reddit, seorang pengemudi tampak sedang melakukan perjalanan di sebuah jalan Qatar dengan tembok panjang diletakkan di sampingnya.

Namun, pengemudi datang ke celah di dinding di mana area hidup yang kurang istimewa dapat dilihat.
Seiring berjalannya video, jelas bahwa tembok itu masih dalam pembangunan dan kemungkinan akan terus dikerjakan untuk menutup celah.

Rekaman itu datang kurang dari sebulan lagi dari kick-off Piala Dunia FIFA pada 21 November.

Menurut FIFA, diperkirakan lebih dari satu juta penonton akan menghadiri 64 pertandingan turnamen. Dengan banyaknya orang asing yang mengunjungi negara itu untuk pertama kalinya, Qatar diduga berusaha menyembunyikan kondisi sebenarnya bagi banyak orang yang tinggal di negara itu.

Tidak mengherankan, orang-orang yang online terkejut dengan upaya itu. Salah satunya membuat komentar pedas, dengan mengatakan: “Ingat anak-anak.. jika Anda tidak melihatnya, itu tidak ada.”

Yang lain menulis: “Ya, habiskan uang untuk membangun tembok. Itu akan membantu mereka keluar dari kemiskinan.” Yang ketiga berkata: “Ini benar-benar boikot dari saya.”

Yang keempat menambahkan: “Uang yang dihabiskan untuk tembok bisa digunakan untuk memperbaiki dan mengecat ulang bangunan, itu akan lebih murah.”

Seperti yang dilaporkan Telegraph pada saat itu, Brasil melakukan ide serupa untuk menyembunyikan favela menjelang pertandingan Olimpiade 2016.

Mereka mendirikan penghalang setinggi 10 kaki yang membentang sejauh lima mil di sepanjang jalan raya keluar dari bandara internasional untuk menyembunyikan masyarakat yang hidup dalam ketidaksetaraan.

Baca Juga :  Gantikan Jenderal Andika Perkasa, Laksamana Yudo Margono Resmi Jadi Panglima TNI

Piala Dunia Qatar mungkin salah satu yang paling kontroversial dalam sejarah, dan bahkan belum dimulai.

Socceroos menjadi tim Piala Dunia FIFA yang memberikan pernyataan protes terhadap rekor HAM Qatar kemarin (27 Oktober). Pernyataan kolektif oleh 16 pemain disampaikan baris demi baris melalui pesan video di mana catatan buruk negara tentang pekerja migran dan hubungan sesama jenis disebut. @fen/sumber: sportbible.com

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pemdaprov Jabar, Bank Bjb, Es Cendol Elisabeth Raih Paritrana Award

Jum Okt 28 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | KOTA BANDUNG – Jawa Barat tampil menjadi Pemerintah Provinsi terbaik pertama dan meraih Paritrana Award sebagai penghargaan di bidang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Pemda Provinsi Jabar selain dinilai dari tingkat kepatuhannya terhadap program jaminan sosial ketenagakerjaan, juga telah berinovasi memberikan perlindungan kepada sebanyak 150.000  pekerja rentan mulai tenaga […]