Digelar 11-19 November di YPK, Pameran Lukisan 11 Perupa dalam Tema Free Kick

Editor Penulis berfoto dengan salah satu karya perupa yang tampil dalam pameran ini. /visi.news/istimewa
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BANDUNG – Sebelas seniman Bandung berkolaborasi memamerkan karya mereka dengan tema, “Free Kick,” tendangan bebas menuju gawang lawan. Itu merupakan antitesis, sebagai sebuah jawaban, dari suatu kegelisahan mereka terhadap realistas pasar seni lukis, yang dekade ini, menghadirkan kematian-kematian idealisme dari para senimannya, karena adanya faktor oligarki dari kaum kapitalis yang menyuntikan gagasan mereka kepada para seniman, sesuai selera pasar yang mereka ciptakan, dan kuasai. Hingga seniman terjerat ijon layaknya kaum petani yang tak berdaya menghadapi kekuasaan, dan pengaruh kebutuhan dapur, yang mau tak mau menjerat mereka dan harus menekan, sampai akhirnya mampu mematikan idealisme yang dimilikinya.

Pameran yang akan berlangsung hingga 19 November di Gedung YPK ini diminati banyak pengunjung. /visi.news/bambang melga suprayogi

Menghadirkan 11 Seniman Lukis Bandung Raya, dengan beragam gaya ungkap visual dalam menyajikan kekaryaannya, serta tehnik lukis dari kematangan ciri khas mereka yang berbeda, 11 seniman ini tampil percaya diri, hadir bak “Hero,” sebagai sebuah kesebelasan pahlawan, yang siap turun gelanggang, untuk menjawab tantangan merebut kembali idealisme yang tercerabut. Pameran Lukis, ‘Free Kick’ ini dibuka oleh Acep zamzam Noor, seorang seniman, sastrawan, penyair dan pelukis, kelahiran Tasikmalaya.

Adapun para 11 seniman lukis yang berbahagia ini adalah, Eko Bambang Wisnu, Eris Lungguh, Iwan Ismail, John Martono, Mariam Sofrina, Mufti Priyanka, Nesar Eesar, Prabu Perdana, Tommy Aditama Putra, Toni Antonius, dan Yogi A. Ginanjar.

Foto : bambang melga suprayogi

“Tehnik saya seperti sebuah kolase, yang memang konsepnya tak lepas dari awalan saya dalam membuat potongan gambar yang saya tempel dan susun, sebagai sebuah konsep yang menuntun saya berkreasi, sehingga proses awal dalam tahapan lukis saya, tak lepas dari refrensi, dari kolase awal yang saya buat,” ungkap Toni Antonius memaparkan ide gagasannya dalam berkarya, dengan judul karyanya, “Celebrate,” yang menampilkan banyak figur yang telah dikenali sebagai tokoh-tokoh dunia, dalam tampilan visual bak kolase yang unik.

Baca Juga :  Legislator Khawatir PSBB Hambat Kegiatan Santri di Pontren

Aan Nurjaman sebagai kurator dari 11 seniman yang berpameran ini, mengatakan dalam pengantar kurasinya,” Karya-karya yang ditampilkan dalam free kick ini bisa kita analisis, bahwa yang menjadi fokus utama karya seni murni bukanlah pola-pola dan hukum umum kenyataan seperti dalam hidup sehari-hari. Sebaliknya, yang diburu para seniman adalah sisi-sisi unik, sisi yang berbeda, yang tak lazim tentang kenyataan, juga kemungkinan-kemungkinan tersembunyi, yang disiratkan oleh realitas itu,” paparnya memberi penegasan yang menyoroti pada semangat dari adanya pameran 11 seniman ini.

Isa Perkasa sendiri, saat diwawancarai mengatakan, “Pameran ini akan diberikan tambahan waktu selama 3 hari dari jadwal seharusnya, sehingga ada kesempatan untuk masyarakat bisa datang dan mengapresiasi karya 11 seniman ini,” pungkasnya menambahkan informasi.

Pameran lukisan 11 karya perupa Bandung ini, akan berlangsung dari tanggal 11 hingga tanggal 19 November 2022, yang bisa disaksikan di gedung Yayasan Pusat Kebudayaan (YPK) yang beralamat Jl. Naripan No. 7 Bandung.

@bambang melga suprayogi

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

REFLEKSI  | Masjid Umat

Ming Nov 13 , 2022
Silahkan bagikanOleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn. MASIH menyisakan pekerjaan rumah yang lumayan besar, jelimet, dan perlu waktu, dalam pembenahan masjid di wilayah kita, dimana pun masjid itu berada, khususnya di Jawa Barat. Pokok pangkalnya adalah hal klasik, masjid oleh sebagian besar para pengurusnya, DKM-nya, masih dianggap saat ia menjabat sebagai […]