Diguyur Hujan Semalaman, Dayeuhkolot Kembali Kebanjiran

Editor Banjir di kawasan Dayeuhkolot akibat meluapnya Sungai Citarum, Senin (14/3/2022) pukul 06.00 WIB. /visi.news/ist
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | DAYEUHKOLOT – Hujan yang mengguyur semalaman mengakibatkan Sungai Citarum kembali meluap, Senin (14/3/2022). Akibatnya, ribuan orang yang akan beraktivitas ke arah Kota Bandung sebagian terpaksa mengurungkan dan sebagian menunggu air surut.

“Banjir kembali menggenangi Jalan Moch. Toha Dayeuhkolot, sehingga terjadi kemacetan panjang,” ungkap Roni (36), pegawai salah satu BUMN di Kota Bandung kepada VISI.NEWS pagi ini .

Akibat genangan air yang menutupi ruas jalan setinggi lutut orang dewasa itu, terjadi kemacetan panjang baik ke arah Dayeuhkolot, maupun ke arah Jalan Bojongsoang. “Pagi ini kemacetan dari arah Ciparay-Majalaya sampai Munjul. Sebagian pengendara memutar balik kendaraaanya ada yang menunggu air surut, juga ada yang mencari jalan lain menuju Kota Bandung,” ungkap Deden Rahmat (28) warga Majalaya yang hendak ke Kota Bandung.

Berdasarkan keterangan yang didapat genangan banjir pada  hari ini pukul 06.00 WIB di wilayah Desa Dayeuhkolot dengan rincian sebagai berikut:

1. Kp. Babakan Sangkuriang Rw. 01 ketinggian air Ketinggian air 20-30 cm

2. Kp. Citeureup Rw. 02, ketinggian air 50-90 cm

3. Kp. Cilisung Rw.03, ketinggian air 40-100 cm

4. Kp. Bojong Asih Rw.04, ketinggian air 100-130 cm

5. Kp. Bojong Asih Rw 05, ketinggian air 60-80 cm

6. Asrama Zipur 3 Rw. 06, nihil

7. Gang Toga Rw. 07, KERING

8. Kp. Bolero Rw 08, Ketinggian air 20-40

9. Kp. Kaum Rw. 09, 40-60

10. Kaum Rw. 40-30 cm

11. Kaum Rw. 11, 20-50 cm

12. Kaum Rw. 12, Ketinggian air 30 cm

13. Kp. Cilisung Rw. 13, Ketinggian air 50 – 70 cm

14. Kp. Bojong Asih Rw 14, ketinggian air 60- 80 cm

Baca Juga :  Kemenkes Jamin Vaksin Covid-19 AstraZeneca Aman

Sedangkan dari data sementara di Selter PMI Desa/Kecamatan Dayeukolot,  terdapat sejumlah pengungsi yang berasal dari RW 04, RW 05 dan RW 14. Yakni sebanyak 14 kepala keluarga ((KK) yang terdiri dari 45 jiwa, dewasa sebanyak 23 orang, lansia 6 orang, ibu menyusui 2 orang dan balita sebanyak 5 orang.

Sedangkan jumlah sekolah yang terendam air di desa tersebut sebanyak 6 SD, 2 SMP dan 1 SMA.@alfa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

BRIN Buka Peluang Hilirisasi Riset Logam Tanah Jarang

Sen Mar 14 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | YOGYAKARTA – Logam Tanah Jarang (LTJ) merupakan kumpulan 17 unsur kimia pada tabel periodik, terutama 15 unsur deret lantanida ditambah skandinum dan yttrium. Unsur-unsur LTJ telah diaplikasikan dalam pengembangan industri maju di sektor strategis, sehingga bernilai ekonomi tinggi. Salah satunya adalah pasir monasit dari Pulau Bangka sebagai […]