Search
Close this search box.

Dikeluhkan Pengguna Jalan, Pasar Tumpah Baleendah Tetap Buka di Masa Pandemi Covid-19 

Suasana pasar tumpah di sekitar Tugu Juang Siliwangi, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (10/1/2021) pagi./visi.news/yusup supriatna

Bagikan :

VISI.NEWS – Pasar tumpah yang penuh sesak oleh pengunjung di sekitar Tugu Juang Siliwangi Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dikeluhkan beberapa pengguna jalan yang melintas ke Dayeuhkolot dan Banjaran.

Pantauan VISI.NEWS di lapangan, akibat adanya pasar tumpah tersebut, beberapa ruas jalan mengalami kemacetan. Hal ini disebabkan karena sebagian bahu jalan digunakan untuk berjualan dan parkir kendaraan bermotor R2.

Bahkan, ruas jalan perempatan PLN sampai ke Tugu Juang Siliwangi Baleendah ditutup dan dijadikan tempat berjualan oleh para pedagang. Selain itu, banyak pedagang dan pengunjung yang mengabaikan Protokol Kesehatan (Prokes) dengan tidak menggunakan masker dan berdesak-desakan. Ironis, mengingat sampai saat ini, pandemi Covid-19 masih terjadi.

Keluhan disampaikan Dadang Jaelani (51), warga Cidawolong, Desa Biru, Kecamatan Majalaya. Menurut Dadang, keberadaan pasar tumpah ini jelas sangat mengganggu pengguna jalan yang melintas.

Dadang menambahkan, para pedagang semakin ke sini semakin membludak, bahkan menggunakan bahu jalan sebagai tempat berjualan. Kondisi tersebut diperburuk dengan banyaknya warga yang berjalan di depan lapak para pedagang.

“Kemacetan di lokasi ini terjadi hampir setiap minggunya. Kemacetan ditambah banyaknya warga yang sekadar berbelanja dan berjalan-jalan di lokasi pasar tumpah,” keluh Dadang kepada VISI.NEWS di lokasi, saat terjebak macet ketika akan menuju Banjaran, Minggu (10/1/2021) pagi.

Dadang mengakui, dirinya kaget dengan kondisi yang terjadi pada saat wabah pandemi Covid-19. “Saya baca dari beberapa media, pasar tumpah di beberapa Kecamatan ditutup karena adanya wabah ini. Di Tugu Baleendah malah buka dan bahkan banyak yang tidak menggunakan masker,” jelasnya.

Hal senada dikeluhkan warga lainnya, Neneng Sri (35), warga Manggahang, Kelurahan Manggahang, Kecamatan Baleendah. Kata Neneng, di satu sisi Pemerintah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun di sisi lain banyak yang cenderung acuh terhadap penerapan Prokes.

Baca Juga :  Klok Tegaskan Mentalitas Menang Persib di Laga Krusial

“Pemerintah gencar melakukan upaya pencegahan dan penularan Covid-19 dengan slogan 3M (menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak). Namun fakta yang terjadi, di pasar tumpah ini, banyak yang cuek sama Intruksi tersebut,” ucapnya.

Melihat kondisi yang terjadi, pihaknya mempertanyakan sejauh mana tindakan tegas Satgas Covid-19 atas persoalan ini. “Percuma saja, tiap hari digemborkan larang ini itu, kalau ada masyarakat masih berperilaku seperti ini, dimana masyarakat banyak yang melanggar,” paparnya.

Pihaknya juga berharap, Pemerintah dapat memberikan solusinya terkait adanya pasar tumpah yang masih buka.”Di satu sisi warga butuh makan, di sisi lainnya wabah pandemi Covid-19 masih terjadi. Adanya pasar tumpah ini, pengguna jalan merasa dirugikan akibatnya arus lalu lintas menjadi macet,” pungkasnya. @yus

Baca Berita Menarik Lainnya :