Dimediasi Disnakertrans, PT Condong Garut Siap Bayar Gaji Karyawan yang Belum Dibayar Selama 3 Bulan

Perwakilan karyawan PT Condong dengan didampingi pihak manajemen perusahaan, menunjukkan surat kesepakatan./visi.news/zaahwan aries
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Mediasi antara pihak perusahaan PT Condong dengan perwakilan karyawan, terkait pembayaran gaji yang belum dibayarkan akhirnya terlaksana. Dengan difasilitasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Garut, mediasi dapat dilaksankan, Selasa (21/7), di Kantor Diskertrans Jalan Guntur, Tarogongkidul, Garutkota, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Dalam mediasi tersebut, pihak PT Condong menyatakan kesiapannya untuk memenuhi semua tuntutan karyawan pembayaran hak mereka. Namun demikian, pihak PT Condong meminta waktu hingga Oktober.

Personalia PT Condong, Undang Kadarisman, mengakui bahwa pihaknya mengalami kesulitan membayar hak-hak karyawan mengingat kondisi perusahaan yang kolaps sejak 2015 lalu.

Ditambah lagi, katanya, selama ini sudah terjadi beberapa kali pergantian manajemen di perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan karet dan sawit tersebut.

“Saya ini belum lama masuk di jajaran manajemen PT Condong. Sudah terjadi beberapa kali pergantian manajemen, ditambah kondisi perusahaan yang memang kolaps cukup lama,” ujar Undang yang ditemui seusai acara medisi di Kantor Disnakertrans Garut.

Diakui Undang, sudah tiga bulan pihaknya tak bisa menggaji karyawan. Adapun gaji yang belum dibayarkan meliputi gaji bulan Februari, Maret, dan April.

Dikatakannya, saat ini kondisi perusahaan mulai stabil dan jumlah produksi sawit serta karet mengalami peningkatan. Alasan inilah berani menjanjikan, jika seluruh gaji karyawan yang belum terbayarkan, bisa dibayar Oktober tahun ini.

Undang mengungkapkan, dalam satu bulan, gaji karywan yang harus dibayar totalnya Rp 1,7 miliar. Jika untuk tiga bulan total gaji harus dibayar Rp 5,1 miliar. Sedangkan selama ini pendapatan perusahaan setiap bulannya di bawa Rp 1 miliar.

“Yang 1,5 miliar per bulan itu hanya untuk gaji karyawan. Jumlah itu belum termasuk untuk biaya operasional serta pajak sehingga kalau ditotalkan, pengeluaran kita per bulannya mencapai Rp 2,5 milair,” katanya.

Undang juga menyampaikan, kondisi keuangan perusahaan kian terpuruk selama masa pandemi Covid-19. Ini karena perusahaan tidak bisa mengirim barang ke Jakarta akibat diberlakukannya PSBB.

Sementara itu, , perwakilan karyawan menyambut gembira adanya kesanggupan dari pihak perusahaan untuk membayar semua gaji karyawan pada bulan Oktober nanti.

“Alhamdulillah kini sudah ada kesanggupan pihak perusahaan untuk membayar gaji. Meski waktunya masih lama, namun itu kabar gembira,” komentar Dayat, perwakilan karyawan PT Condong.

Diakuinya, akibat tidak menerima gaji selama tiga bulan, mereka kelabakan mengingat kebutuhan sehari-hari tidak bisa dihindari. Karena tak punya mata pencaharian lain.

Dayat menyampaikan, meskipun dengan kondisi susah tak punya penghasilan, pihaknya akan sabar menunggu hingga Oktober.

“Jika sampai waktu yang ditentukan belum ada realisasi dari pihak perusahaan, kami akan kembali mendatangi kantor PT Condong mempertanyakannya,” tandas Dayat.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Disnakertrans Garut, Ricky Rizky Darajat, membenarkan pihaknya telah memfasilitasi mediasi antara pihak manajemen PT Condong dengan perwakilan karyawan.

Hasilnya, ada titik terang yaitu pihak manajemen perusahaan sudah berjanji untuk membayar semua gaji karyawan pada bulan Oktober.

“Pihak manajemen merasa yakin kondisi keuangan perusahaan akan mengalami perbaikan, seiring mulai meningkatnya jumlah produksi karet dan sawit saat ini,” jelas Ricky. @zhr

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Rangkaian Prosesi Pemakaman Gusti Sultan Sepuh XIV yang Wafat Hari ini

Rab Jul 22 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Prosesi pemakaman Gusti Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat yang wafat Rabu (22/7) pkl 05.20 WIB di salah satu RS di Bandung meliputi serangkaian protokol, yaitu pukul 09.00 jenazah Gusti Sultan Sepuh XIV berangkat dari Bandung Menurut Adji, salah seorang warga yang juga jurnalis di Cirebon […]