Search
Close this search box.

Diskusi Film “Demo(k)ras(i)” Gaungkan Seruan Keadilan Iklim di COP Belém

Delegasi Madani menggelar diskusi khusus mengenai film dokumenter berjudul "Demo(k)ras(i)" pada acara UNFCCC COP di Belém. /visi.news/ist

Bagikan :

VISI.NEWS | BELEM –  Pada hari ketiga penyelenggaraan UNFCCC COP di Belém, delegasi Madani menggelar diskusi khusus mengenai film dokumenter berjudul “Demo(k)ras(i)”. Film ini merupakan karya seorang pembuat film muda yang baru lulus studi, namun memiliki komitmen mendalam terhadap perjuangan keadilan iklim. Dokumenter tersebut dibangun melalui tiga lanskap utama: urban, sub-urban, dan perdesaan.

Pemilihan tiga lanskap ini didasarkan pada pemahaman bahwa masing-masing menghadapi krisis iklim secara berbeda. Tekanan, tantangan, serta peluang adaptasi maupun mitigasi di setiap lapisan tidak sama. Namun ada satu hal yang menjadi benang merah: absennya demokrasi. Pilar utamanya—transparansi, partisipasi, akuntabilitas, dan keadilan—nyaris tidak hadir di seluruh konteks.

Dampak krisis iklim pun termanifestasi berbeda-beda. Komunitas perdesaan dan sub-urban memiliki pilihan adaptasi yang jauh lebih terbatas untuk mempertahankan hidup. Sebaliknya, wilayah urban cenderung memiliki ruang gerak lebih besar meskipun tetap menghadapi keterbatasan. Ketimpangan ini menjadi inti gagasan film bahwa keadilan iklim bukan sekadar kesetaraan, melainkan keberanian menghadapi realitas yang tidak setara.

Film Demo(k)ras(i) menekankan bahwa keadilan memiliki bobot lebih besar dibanding kesetaraan. Keadilan harus mampu menjembatani kompleksitas geografis, sosial, dan ekonomi yang berbeda di tiap wilayah. Oleh karena itu, wujud keadilan iklim tidak bisa dilepaskan dari demokrasi yang tegak dan berfungsi penuh.

Judul Demo(k)ras(i) pun dipilih dengan sengaja, menonjolkan huruf “k” dan “i” dalam tanda kurung untuk menegaskan bahwa demokrasi dan keadilan iklim saling terkait erat. Tanpa demokrasi yang bekerja, keadilan iklim mustahil tercapai. Pesan ini menjadi pusat diskusi yang dihadiri aktivis, peneliti, dan pengamat isu iklim dari berbagai negara.

Dalam kesempatan itu, delegasi Madani menegaskan bahwa suara mereka tidak cukup untuk menuntut perubahan. Perjuangan menuju keadilan iklim membutuhkan gema suara yang lebih besar, lebih luas, dan lebih lantang dari seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga :  Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Senin 2 Februari 2026

Diskusi pun ditutup dengan seruan kuat yang menggema dari seluruh peserta: perjuangan keadilan iklim harus terus diperjuangkan. Karena sebagaimana disampaikan dalam film dan ditegaskan dalam forum tersebut, “Climate justice NOW!”

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :