Dispertan Lakukan Penyemprotan Diseinfektan Guna Cegah Penyebaran Covid-19

Editor Salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran virus salah satunya dengan penyemprotan disinfektan di tempat umum seperti yang dilakukan di desa Cingcin kec Soreang baru-baru ini./visi.news/apih igun.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Bandung melalui Bidang Sarana dan Prasarana, gencar melakukan penyemprotan disinfektan di perkantoran atau tempat-tempat umum dalam upaya pencegahan pandemi Covid 19.

Apalagi belakangan kasus penyebaran Virus Corona atau Covid 19 di wilayah Kabupaten Bandung terbilang meningkat. Dinas Pertanian sebagai anggota Tim Satgas Covid 19, saat ini gencar lakukan penyemprotan disinfektan.

Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Yayan Agustian, mengatakan untuk melakukan penyemprotan per harinya menghabiskan 500 liter cairan disinfektan.

Untuk melakukan penyemprotan petugas kami bisa sampai menjelang malam. Bahkan ada instansi yang meminta agar penyemprotan dilakukan dini hari, jelas itu tak mungkin dilaksanakan. Walaupun tujuannya agar saat bekerja nanti siangnya semua pegawai merasa aman dan nyaman,” kata Yayan, di Soreang, Selasa pagi (15/6).

Menurut Yayan, Dinas Pertanian katanya, melakukan penyemprotan disinfektan pencegahan Covid 19, karena sudah biasa melakukan penyemprotan hama pada berbagai jenis tumbuhan.

“Kenapa pertanian ditunjuk sebagai anggota tim Satgas Covid 19 ini, pada awal ketika belum terjadinya pandemi pertanian telah melakukan penyemprotan. Jadi sudah terbiasa petugas melakukan penyemprotan gangguan hama pada tanaman. Sehingga pada 1 Maret 2020 melalui Peraturan Bupati Bandung, Distan dalam hal ini Bidang Sarana dan Prasarana ditunjuk sebagai anggota Tim Satgas Covid 19,” katanya.

Dia menuturkan, virus corona 19 hampir sama dengan jenis virus lainnya seperti virus flu burung atau virus influenza.

Karena itu, menurut Yayan, penyemprotan disinfektan cukup efektif dalam melakukan pencegahan pandemi Covid 19.

Yayan yang didampingi Kasie Parlintan, Agus Lukman, juga memaparkan, untuk tahun 2021 ini hanya menerima anggaran sebesar dua ratus juta rupiah untuk pembelian cairan disinfektan. Berbeda dengan tahun sebelumnya, anggaran sampai beberapa milyar, untuk pembelanjaan.

Baca Juga :  Atasi PTS Tidak Sehat, Pemerintah Perlu Gabungkan Perguruan Tinggi

Namun hal itu, lanjutnya, tidak mempengaruhi kinerjanya untuk melaksanakan pencegahan penyebaran pandemi yang diimplementasikan melalui penyemprotan disinfektan.

Yayan mengatakan, hari ini sudah ada beberapa instansi yang mengajukan untuk segera dilakukan penyemprotan. Sementara instansi lainnya yang merupakan bagian dari Satuan Gugus Tugas Penanggulangan Covid, sudah memberitahukan kalau persediaan cairan disinfektan sudah habis.

“Kebetulan di Dinas Pertanian masih banyak persediaan, sehingga bisa dilakukan penyemprotan secara maksimal ke instansi-instansi yang membutuhkan,” ujar dia.

Dia mengimbau, masyarakat yang ingin melakukan penyemprotan sebaiknya koordinasi dengan desa atau kecamatan. Karena di desa atau kecamatan juga disiapkan untuk penyemprotan. Namun bila di desa atau kecamatan persediaan disinfektan habis, maka bisa meminta bantuan dinas.

“Kepada masyarakat jangan mengharapkan pandemi cepat berakhir, tapi sudahkah masyarakat mematuhi protokol kesehatan beserta ketentuannya. Sebab percuma kalau hanya berharap corona cepat berakhir tapi protokol kesehatan tidak dilaksanakan,” pungkasnya. @pih

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pandemi Tak Pengaruhi Investasi di Kab Bandung

Sel Jun 15 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Masa pandemi covid-19, investasi di Kabupaten Bandung tak terpengaruh. Buktinya investasi malah naik Rp 3 triliun, dari nilai pada tahun sebelumnya Rp 24 triliun. ”Pada tahun 2020 target investasi kita.di angka Rp 30 triliun, tapi hanya tercapai Rp 27 triliun. Namun nilai investasi itu naik dari tahun […]