Search
Close this search box.

Dispusip: Galeri Naskah Kuno Jadi Pusat Kajian, Penelitian dan Promosi Budaya Literasi Tradisional

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Kabupaten Bandung, Yudi Abdurahman./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | KAB. BANDUNG – Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Kabupaten Bandung menggelar persiapan peresmian Galeri Naskah Kuno di Perpustakaan Daerah Kabupaten Bandung, Selasa (2/9/2025).

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Kabupaten Bandung, Yudi Abdurahman, berkomitmen untuk terus mendukung penuh terhadap upaya pelestarian warisan literasi dan budaya lokal.

Dalam kegiatan persiapan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting yang tergabung dalam Paguyuban Pencinta Aksara dan Naskah Kuno Kabupaten Bandung (PANCANAKA), di antaranya: Mang Ino selaku Ahli Aksara, Mang Rian selaku Pegiat Aksara, dan Kang Yanyan selaku Koordinator Naskah Kuno Kabupaten Bandung.

WhatsApp Image 2025 09 02 at 14.27.41 jpeg
Dispusip Kabupaten Bandung menggelar persiapan peresmian Galeri Naskah Kuno di Perpustakaan Daerah Kabupaten Bandung, Selasa (2/9/2025)./visi.news/ist.

“Kehadiran mereka menjadi wujud nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dengan komunitas pegiat budaya dalam menjaga serta menghidupkan kembali kekayaan naskah kuno,” kata Yudi dalam keterangannya.

Kepala Dispusip mengatakan, Galeri Naskah Kuno ini nantinya akan menjadi ruang khusus untuk menyimpan, merawat, sekaligus memperkenalkan naskah-naskah kuno sebagai khazanah bahan pustaka budaya Kabupaten Bandung.

“Dengan adanya galeri ini, masyarakat diharapkan dapat lebih mengenal, memahami, dan mencintai warisan aksara serta literasi lokal yang sarat nilai sejarah,” harapnya.

WhatsApp Image 2025 09 02 at 14.27.42
Galeri Naskah Kuno./visi.news/ist.

“Galeri Naskah Kuno ini bukan hanya tempat penyimpanan, tetapi juga wadah pembelajaran dan inspirasi bagi generasi muda untuk terus menghargai budaya literasi leluhur,” imbuhnya.

Peresmian Galeri Naskah Kuno dijadwalkan akan segera dilakukan dalam waktu dekat. Pemerintah daerah berharap, keberadaan galeri ini dapat menjadi pusat kajian, penelitian, serta promosi budaya literasi tradisional di Kabupaten Bandung. @kos

Baca Berita Menarik Lainnya :