Ditengah Nyaris Kerisis Ekonomi Global, Namun Indonesa Sukses Membawa Pertumbuhan Ekonomi

Editor Anggota DPRD Jabar Ahmad Hidayat./visi.news/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BANDUNG – Anggota DPRD Jabar Ahmad Hidayat menyatakan ekonomi Indonesia termasuk yang paling tinggi di antara negara-negara anggota G20, di kuartal II saja, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,44 persen.

Oleh karena itu, Indonesia pada kuartal III ini diperkirakan mampu untuk bias menembus 6 persen, hal ini tentunya capaian yang sangat luar biasa dan patut untuk dipertahankan serta ditingkatkan, yang terpenting adalah pantas untuk diapresiasi.

“Coba dicari negara G20 yang tumbuh di atas 5 persen, sepengetahuan kami capaian Indonesia itu tertinggi loh di G20, dan kerja keras pemerintah selama ini patut di apresiasi,” katanya.

Oleh karena itu, semua pihak harus optimistis untuk melanjutkan tren pemulihan ekonomi Indonesia, dan Ahmad mengakui Indonesia menghadapi tantangan yang tidak mudah mulai saat ini hingga terus kedepan.

“Tantangan ekonomi ini juga dihadapi oleh negara-negara maju, seperti persoalan ketahanan pangan, krisis energi, hingga gejolak finansial, namun, Indonesia tetap mampu menjaga pemulihan ekonomi yang sedang berjalan,” sambungnya.

Kemudian tren pemulihan di Indonesia pun masih kuat. Beberapa indikator ekonomi Indonesia berangsur pulih, pendapatan negara yang telah tumbuh 49 persen atau Rp1.764 triliu, dan pendapatan itu berasal dari penerimaan pajak Rp 1.171 triliun.

“atau sama halnya dengan bertumbuh 58 persen, menurut informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, penerimaan bea dan cukai Rp 206 triliun atau tumbuh 30,5 persen, dan inn tumbuhnya sangat melompat,” ungkap Ahmad.

Dan untuk realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), masih menurut informasi  sebesar Rp 386 triliun atau tumbuh 38,9 persen, selain itu, konsumen masih optimistis ditunjukkan dengan indeks kepercayaan konsumen (IKK) yang berada di angka 124,7.

Baca Juga :  MAUNG BANDUNG | Geber Latihan Persiapan Hadapi Madura, Minggu (13/3)

“Kredit perbankan pun naik hingga 10,7 persen. Neraca perdagangan Indonesia juga mencetak surplus dalam 28 bulan berturut-turut, yakni sebesar US$ 5,7 miliar, iIni gede banget angka  surplus-nya, PMI (Prompt Manufacturing Index) manufaktur angkanya 51,7 di atas global,” pungkasnya. @eko

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

SKETSA | Bjorka

Jum Sep 16 , 2022
Silahkan bagikanOleh Syakieb Sungkar AKHIR-AKHIR ini kita sedang diributkan dengan ulah seorang Hacker yang banyak ngoceh di Twitter. Ia mengaku telah meretas data pelanggan Indihome, data registrasi SIM Card, data KPU, dokumen surat menyurat milik Presiden Joko Widodo, data pribadi milik Mahfud MD dan Menteri Kominfo Johnny G. Plate, termasuk […]