Dituntut 9 Tahun Penjara, Nasib Wali Kota Bekasi Nonaktif Diputuskan Hari ini

Editor Sidang putusan Wali Kota Bekasi non aktif di PN Tipikor Bandung, Rabu (12/10/2022). /visi.news/eko aripyanto
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BANDUNG – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut terdakwa Walikota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi hukuman penjara sembilan tahun enam bulan dan denda Rp 1 miliar.

Rahmat Effendi dinilai terbukti melakukan tindak pidana korupsi oleh tim JPU, menuntut majelis hakim untuk menjatuhkan pidana sesuai tuntutan yang sudah dibacakan JPU.

“Selama sembilan tahun enam bulan dan denda Rp 1 miliar subsider enam bulan penjara,” ujar JPU KPK Siswandono, pada sidang tuntutan di PN Tipikor Bandung, Rabu (14/9/2022) yang lalu.

Lantas apakah majelis hakim PN Tipikor Bandung akan mengabulkan tuntutan JPU KPK ? Atau bahkan meringankan dan memberatkan terdakwa Rahmat Effendi ?

Sidang putusan digelar pada Rabu (12/10/2022), dalam sidang tersebut, Wali Kota Bekasi beserta empat terdakwa lainnya akan mendengarkan putusan majelis hakim atas perkara yang tengah dijalaninya.

Hingga berita ini diturunkan, sidang putusan Rahmat Effendi tengah berlangsung dan pimpin oleh satu hakim ketua dan empat hakim anggota PN Tipikor Bandung.@eko

Baca Juga :  Ada Apa Rekomendasi Balon Bupati/Wakil DPP Golkar dalam Pilkada Serentak 2020 di Tasikmalaya Belum Turun?

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Mantan Wapres Hamzah Haz Hadir di Ponpes Modern Al Ihsan Baleendah

Rab Okt 12 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | BALEENDAH – Silaturahmi bersama tokoh nasional yang berlangsung di Pondok Pesantren Modern Al Ihsan, Baleendah, Rabu (12/10/2022), dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Ke 9 Dr. K.H. Hamzah Haz. Dalam kegiatan yang dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Bandung tersebut, K.H. Hamzah Haz, yang di dampingi istrinya menyampaikan merasa […]