DMI: Salat Jumat Dua Gelombang Kini Tidak Dianjurkan

Editor Sekjen Dewan Masjid Indonesia (DMI) Imam Addaruquthni./via republika.co.id/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Imam Addaruquthni menyampaikan, takmir dan jemaah masjid sejauh ini telah patuh menjalankan protokol Covid-19. Hal ini dibuktikan dengan dinaikkannya kapasitas jemaah masjid menjadi 50 persen.

“Keputusan pemerintah melanjutkan PPKM dan menaikkan kapasitas jemaah masjid membuktikan bahwa takmir masjid dan jemaahnya sudah dengan baik melaksanakan protokol kesehatan. Jadi nyata saya kira bukti-bukti itu,” tutur dia, Selasa (17/8/2021), dilansir ihram.co.id.

Pemerintah memperpanjang masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2, 3, dan 4 di Jawa-Bali hingga 23 Agustus mendatang. Dalam perpanjangan ini, rumah ibadah diperbolehkan untuk menampung jemaah maksimal 50 persen dari kapasitas. Sebelumnya, batas maksimal jemaah hanya 25 persen dari kapasitas.

“Masyarakat sudah memahami protokol kesehatan. Jadi tidak ada yang perlu dipersiapkan secara khusus oleh masjid-masjid. Dan tentu PPKM ini diterapkan dan sekarang diperpanjang untuk kebaikan masyarakat dan juga pemerintah,” kata Imam.

Dia juga menilai, masyarakat saat ini sudah terbiasa dengan protokol kesehatan sehingga mereka taat dalam memakai masker dan jaga jarak di dalam masjid. Selain itu DMI juga telah mengeluarkan surat edaran kepada para takmir masjid untuk senantiasa mengingatkan masyarakat soal bahaya Covid-19 dan pencegahan penularannya.

Dalam kesempatan itu, Imam juga menyampaikan, pelaksanaan salat Jumat secara dua gelombang kini tidak dianjurkan. Dia menjelaskan, surat edaran DMI yang berisi imbauan untuk melaksanakan salat Jumat secara dua gelombang sudah tidak berlaku.

“Kita tidak menganjurkan lagi. Itu kan setahun yang lalu. Jadi sudah tidak berlaku lagi. Masyarakat selama setahun lebih telah mengatur sendiri pelaksanaan ibadah salat Jumat. Ini berlangsung baik-baik saja sehingga kita tidak menekankan pelaksanaan salat Jumat dengan satu gelombang atau dua gelombang,” tuturnya.

Baca Juga :  Benarkah Pemerintah Akan Atur Dana Umrah?

Edaran terbaru DMI, lanjut Imam, lebih bersifat umum yang pada intinya mengimbau masyarakat masjid untuk selalu memperhatikan protokol kesehatan dengan semakin ketat.

“Jadi kami menyampaikan untuk menjalankan protokol kesehatan itu dengan sebaik-baiknya dan semakin ketat. Memakai masker, mencuci tangan, jaga jarak, dan sebagainya,” imbuhnya. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Taliban Berkuasa, Harga Burqa Naik 10 Kali Lipat di Afghanistan

Jum Agu 20 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Harga penutup wajah (burqa) naik hingga 10 kali lipat di Afganistan setelah Taliban berkuasa di negara itu. Hal itu karena pemerintahan Taliban mewajibkan perempuan untuk menutupi tubuh dan wajah mereka dengan burqa. Melansir Kontenislam.com yang menyadur India Today Kamis (19/8/2021), berdasarkan sejarah ketika Taliban memimpin sebelumnya, wanita […]